Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Lokomotif Uap DD 52

Lokomotif Uap DD 52

Sarana
27 Juli 2026
by Administrator

Paska tahun 1913, perjalanan kereta api di jalur Priangan mengalami peningkatan. Kondisi jalur pegunungan di Priangan memerlukan lokomotif khusus. Keberadaan lokomotif CC50 tidak cukup kuat sedangkan lokomotif F10 tidak cocok di jalur Priangan yang berkelok. Oleh sebab itu perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen (SS) berencana menambah lokomotif baru.

Namun tahun 1914-1918 meletus Perang Dunia I, industri lokomotif di Eropa pun terkena imbas. Lambat laun kebutuhan lokomotif di jalur Priangan dirasa kian mendesak. Diputuskanlah membeli lokomotif buatan pabrik Alco dari Amerika Serikat, yakni DD 50 (1916) dan DD 51 (1919). Akan tetapi kecepatan maksimal kedua lokomotif ini hanya 40 km/jam, tidak bisa untuk menarik kereta ekspres.

Maka SS kembali mendatangkan lokomotif rancangan dari Alco yang dibuat dari pabrikan Eropa dengan penyempurnaan. Sepuluh lokomotif DD 52 dengan penomoran awal SS 1250-1260 dipesan dari tiga pabrikan berbeda. DD 5201-5203 (SS 1251-1253) didatangkan dari pabrik Hanomag, Jerman pada tahun 1923. Pabrik Hartmann di Belanda merakit tiga unit DD 5204-5206 (SS 1254-1256) tahun 1924. Selang setahun selepasnya, empat lokomotif DD 5206-5210 (SS 1257-1260) dipesan dari pabrik Werkspoor, Belanda.

Dimensi Lokomotif Uap DD52.(Sumber: De Stoomtractie Op Java En Sumatra)

Mulanya, lokomotif DD52 berdinas di jalur Cicalengka-Cibatu-Tasikmalaya-Banjar. Lokomotif beserta tender dengan panjang 20,792 ini dapat melaju 50 km/jam dengan kekuatan 1.430 ipk. Untuk menunjang operasional, lokomotif DD52 dapat menampung persediaan air 9 m3 dan memiliki penyimpanan batu bara 8,2 ton.

Semasa beroperasi, ternyata lokomotif DD52 mengalami tekanan uap yang tidak seimbang. Untuk mengatasi masalah tersebut, lokomotif DD 5210 dibawa untuk dimodifikasi di Kantor Uji Departemen Material milik SS pada tahun 1926. Salah satu penanganannya ialah memasang cerobong ganda untuk memaksimalkan kinerja mesin. Terbukti, pada kecepatan 45 km/jam semula berkeluatan 1.430 ipk dapat meningkat menjadi 1.700 ipk. Dirasa berhasil, hasil modifikasi lokomotif DD 5210 diplikasikan pada lok DD52 lainnya.

Sekitar akhir tahun 1969, masih terdapat empat lokomotif DD 52 yakni DD5202, DD5203, DD5207, dan DD5208. Keempat lokomotif ini berada di Depo Lokomotif Cibatu. Kondisi lokomotif yang sudah rusak tanpa ada sparepart serta biaya perawatan yang tinggi membuat lokomotif ini dipensiunkan. Hingga tahun 1974, lokomotif DD52 yang akrab disebut “Si Gombar” ini sudah tidak ada yang beroperasi. Dari sepuluh lokomotif DD52 tidak tersisa satu pun.

Lokomotif SS 1258 atau DD 5208 dalam acara peringatan 50 tahun perusahaan SS di Bandung pada tahun 1925. (Sumber: De Stoomtractie Op Java En Sumatra)

Berangkat dari Cibatau, lokomotif DD 5202 menarik rangkaian kereta menuju ke Tasikmalaya pada tahun 1970. (Sumber: Lokomotip Uap)

Lokomotif DD 5202 singgah di Stasiun Cicalengka sembari mengisi air untuk kembali meneruskan perjalanan ke Cibatu tahun 1970. (Sumber: Lokomotip Uap)

Penumpang ramai sesak di kereta yang ditarik lokomotif DD 5208. (Sumber: Lokomotip Uap)

Spesifikasi teknis Lokomotif Uap DD 52

Lokomotif D1410

Perusahaan        : Staatssporwegen (SS)

No Seri Lama      : SS 1250

Tipe                       : 1DDh4v

Pabrik                   : Hanomag (10221-10223)

                   : Hartmann (4586-4588)

                  : Werkspoor (538-541)

Mulai Operasi     : 1923/1924

No

Spesifikasi (Belanda)

Indonesia

Ukuran

Satuan

Ketel

RO (roosteroppervlak)

Permukaan kisi

4,1

m2

VO vlampijpen

Tabung api

141,1

m2

VO vlambuizen

182,1

m2

VO direct (vuurkist)

12,5

m2

VO totaal

194,6

m2

OVO (overhitter)

64,8

m2

Keteldruk

Tekanan boiler

14

atm

Aantal vlampijpen

Jumlah tabung api

142/24

unit

Uitw. Dia. Vlampijpen/buizen

56/127 55/133

mm

Lengte tussen pijpenplaten

Panjang antara piring pipa

5750

mm

Type oververhitter

Tipe superheater

Vlambuis

Aantal x dia elementen

Jumlah elemen

24 x 33

Keteldiameter

Diameter ketel

1700

mm

Ketellengte

Panjang ketel

10713

mm

Ketelhoogte

Ketinggian ketel

2440

mm

Machine

Cilinderdiameter HD

Diameter silinder

450

mm

Cilinderdiameter LD

Diameter silinder

700

mm

Zuigerslag

Panjang langkah piston

610

mm

Drijfwieldiameter

Diameter roda penggerak

1102

mm

Loopwieldiameter

Diameter roda bantu/pengarah

774

mm

Tenderwieldiameter

Diamater roda tender

774

mm

 Gewichten

Hoogste Asdruk

Gaya tekan pada gandar

11,205

ton

Dienstgewicht locomotief 

Berat siap lokomotif

95,81

ton

Adhesiegewicht

Berat adhesi

87,98

ton

Ledig gewicht 

Berat kosong

86,37

ton

Dienstgewicht tender

Berat siap tender

40,326

ton

Ledig gewicht tender

Berat kosong tender

17,405

ton

Totaal diensgewicht 

Total berat siap

136,136

ton

Watervoorraad W

Persediaan air

9,0

m3

Kolenberging K

Penyimpanan batubara

8,2

Ton

Houtberging H

Penyimpanan kayu

8,3

m3

Totaal dienstgewicht L+t

Total berat siap / terlayani

51,8

ton

Totale lengte loc en tender

Panjang total

20792

mm

Grootste breedte

Lebar terbesar

2990

mm

Grootste hoogte

Tinggi terbesar

3720

mm

Kleinste boogstraal

Radius terkecil

150

m

Aanzet trekkracht T

Kekuatan tarik

17300

kg

Vermogen N

Indikator daya silinder

1430

ipk

Dientsnelheid V

Kecepatan layanan

50

km/h

Sumber :

  • J.J.G. Oegema,. 1982. De Stoomtractie Op Java En Sumatra, Kluwer Technische Boeken B.V.-Deventer, 

  • A.E. Durrant. 1989. Lokomotip Uap. Rijswijk: Uigeverij Elmar B.V

Bagikan ke: