
Lokomotif Uap D14
Lokomotif uap seri D14 merupakan lokomotif uap yang didatangkan oleh Staatsspoorwegen (SS) dengan nomor lama SS 1410. Lokomotif ini berasal dari dua pabrikan berbeda. Lokomotif D14 bernomor 01 sampai 12 buatan Hanomag, Hannover, Jerman, sedangkan yang bernomor 13 - 24 buatan Werkspoor, Belanda. Tahunnya pun berbeda, yaitu buatan tahun 1921 untuk D14 bernomor 01-12, dan tahun 1922 untuk yang bernomor 13-24. Perbedaaan lainnya ada pada nomor asli pabrikan. Yaitu nomor 9644-9655 untuk D1401-12, dan nomor 499-510 untuk D1413-14.
Dimensi lokomotif ini memiliki panjang 12,65 meter, lebar 2,7 meter dan tinggi 3,7 meter. Lokomotif berbahan bakar batu bara ini memiliki bobot siap 68,66 ton. Dengan tenaga 680 ipk, lokomotif ini mempunyai kecepatan rata rata 45 km/jam. Kendati dapat melaju dalam kecepatan 70 km/jam, batas kecepatan tertinggi D14 ditetapkan 60 km/jam.

Dimensi Lokomotif Uap D14. (Sumber: De Stoomtractie op Java en Sumatra)
Sekitar tahun 1933, lokomotif uap seri D14 dimodifikasi guna penggunaan batu bara yang lebih ekonomis. Setelah itu, sebagian besar lokomotif tersebut digunakan di jalur pegunungan antara Bogor-Cianjur-Padalarang-Bandung.
Desain lokomotif yang ringkas ini cocok dioperasikan di lintas lokal dan jalur pegunungan. Jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur hingga Bandung kini tinggal kenangan. Terlebih dengan sempat ditutupnya jalur Bogor-Sukabumi pada tahun 2006. Jalur kenangan itulah yang merupakan lintasan utama lokomotif berbahan bakar batu bara ini. AE Durrant dalam bukunya “Indonesian Steam Lokomotives In Action” menampilkan foto kenangan D1413 ketika keluar dari mulut Terowongan Lampegan dari Jakarta menuju Cianjur dan Bandung.

D1413 di Terowongan Lampegan. (Sumber: Lokomotip Uap)
Tercatat, tahun 1970-an masih terdapat 23 unit lokomotif uap D14. Namun saat ini hanya tersisa satu unit, yakni Lokomotif Uap D1410 yang berhasil direstorasi di Balai Yasa Yogyakarta pada tahun 2019. Sebelumnya, lokomotif ini menjadi salah satu koleksi di Museum Transportasi, TMII, Jakarta. Pada tahun 2020 Lokomotif D1410 selesai restorasi, kini menjadi lokomotif penarik Kereta Wisara Jaladara di Solo.
No | Spesifikasi (Belanda) | Indonesia | Nilai | Satuan |
Ketel | ||||
RO (roosteroppervlak) | Permukaan kisi | 2,40 | m2 | |
| VO vlampijpen | 73,6 | m2 | ||
| VO vlambuizen | 32,5 | m2 | ||
VO direct (vuurkist) | 9,40 | m2 | ||
VO totaal | 115,5 | m2 | ||
OVO (overhitter) | 36 | m2 | ||
Keteldruk | Tekanan boiler | 12 | atm | |
Aantal vlampijpen | Jumlah tabung api | 109/18 | unit | |
Lengte tussen pijpenplaten | Panjang antara piring pipa | 4300 | mm | |
Aantal elementen | Jumlah elemen | |||
Keteldiameter | Diameter ketel | 1404 | mm | |
Ketellengte | Panjang ketel | 8103 | mm | |
Ketelhoogte | Ketinggian ketel | 2400 | mm | |
Machine | ||||
Cilinderdiameter | Diameter silinder | 485 | mm | |
Zuigerslag | Panjang langkah piston | 600 | mm | |
Drijfwieldiameter | Diameter roda penggerak | 1106 | mm | |
Loopwieldiameter | Diameter roda bantu/pengarah | 774 | mm | |
Gewichten | ||||
Asdruk | Gaya tekan pada gandar | 12,29 | ton | |
Dienstgewicht locomotief L | Berat siap lokomotif | 68,66 | ton | |
Adhesiegewicht | Berat adhesi | 48,96 | ton | |
Totaal diensgewicht | Total berat siap | 68,66 | ton | |
Watervoorraad W | Persediaan air | 9,0 | m3 | |
Kolenberging | Penyimpanan batubara | 3,0 | ton | |
Totaal dienstgewicht L+t | Total berat siap / terlayani | 51,8 | ton | |
Totale lengte | Panjang total | 12650 | mm | |
Grootste breedte | Lebar terbesar | 2700 | mm | |
Grootste hoogte | Tinggi terbesar | 3700 | mm | |
Aanzet trekkracht T | Kekuatan tarik | 12500 | kg | |
Vermogen N | Indikator daya silinder | 680 | ipk | |
Snelheid V | Kecepatan layanan | 45 | km/h | |