Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Lokomotif Uap D14

Lokomotif Uap D14

Sarana
7 Juli 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Lokomotif uap seri D14 merupakan lokomotif uap yang didatangkan oleh Staatsspoorwegen (SS) dengan nomor lama SS 1410. Lokomotif ini berasal dari dua pabrikan berbeda. Lokomotif D14 bernomor 01 sampai 12 buatan Hanomag, Hannover, Jerman, sedangkan yang bernomor 13 - 24 buatan Werkspoor, Belanda. Tahunnya pun berbeda, yaitu buatan tahun 1921 untuk D14 bernomor 01-12, dan tahun 1922 untuk yang bernomor 13-24. Perbedaaan lainnya ada pada nomor asli pabrikan. Yaitu nomor 9644-9655 untuk D1401-12, dan nomor 499-510 untuk D1413-14. 

Dimensi lokomotif ini memiliki panjang 12,65 meter, lebar 2,7 meter dan tinggi 3,7 meter. Lokomotif berbahan bakar batu bara ini memiliki bobot siap 68,66 ton. Dengan tenaga 680 ipk, lokomotif ini mempunyai kecepatan rata rata 45 km/jam. Kendati dapat melaju dalam kecepatan 70 km/jam, batas kecepatan tertinggi  D14 ditetapkan 60 km/jam.

Dimensi Lokomotif Uap D14. (Sumber: De Stoomtractie op Java en Sumatra)

Sekitar tahun 1933, lokomotif uap seri D14 dimodifikasi guna penggunaan batu bara yang lebih ekonomis. Setelah itu, sebagian besar lokomotif tersebut digunakan di jalur pegunungan antara Bogor-Cianjur-Padalarang-Bandung.

Desain lokomotif yang ringkas ini cocok dioperasikan di lintas lokal dan jalur pegunungan. Jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur hingga Bandung kini tinggal kenangan. Terlebih dengan sempat ditutupnya jalur Bogor-Sukabumi pada tahun 2006. Jalur kenangan itulah yang merupakan lintasan utama lokomotif berbahan bakar batu bara ini. AE Durrant dalam bukunya “Indonesian Steam Lokomotives In Action” menampilkan foto kenangan D1413 ketika keluar dari mulut Terowongan Lampegan dari Jakarta menuju Cianjur dan Bandung.

D1413 di Terowongan Lampegan. (Sumber: Lokomotip Uap)

Tercatat, tahun 1970-an masih terdapat 23 unit lokomotif uap D14. Namun saat ini hanya tersisa satu unit, yakni Lokomotif Uap D1410 yang berhasil direstorasi di Balai Yasa Yogyakarta pada tahun 2019. Sebelumnya, lokomotif ini menjadi salah satu koleksi di Museum Transportasi, TMII, Jakarta.  Pada tahun 2020 Lokomotif D1410 selesai restorasi, kini menjadi lokomotif penarik Kereta Wisara Jaladara di Solo.

No

Spesifikasi (Belanda)

Indonesia

Nilai

Satuan

Ketel

RO (roosteroppervlak)

Permukaan kisi

2,40

m2

VO vlampijpen

73,6

m2

VO vlambuizen

32,5

m2

VO direct (vuurkist)

9,40

m2

VO totaal

115,5

m2

OVO (overhitter)

36

m2

Keteldruk

Tekanan boiler

12

atm

Aantal vlampijpen

Jumlah tabung api

109/18

unit

Lengte tussen pijpenplaten

Panjang antara piring pipa

4300

mm

Aantal elementen

Jumlah elemen

Keteldiameter

Diameter ketel

1404

mm

Ketellengte

Panjang ketel

8103

mm

Ketelhoogte

Ketinggian ketel

2400

mm

Machine

Cilinderdiameter 

Diameter silinder

485

mm

Zuigerslag

Panjang langkah piston

600

mm

Drijfwieldiameter

Diameter roda penggerak

1106

mm

Loopwieldiameter

Diameter roda bantu/pengarah

774

mm

 Gewichten

Asdruk

Gaya tekan pada gandar

12,29

ton

Dienstgewicht locomotief L

Berat siap lokomotif

68,66

ton

Adhesiegewicht

Berat adhesi

48,96

ton

Totaal diensgewicht 

Total berat siap

68,66

ton

Watervoorraad W

Persediaan air

9,0

m3

Kolenberging

Penyimpanan batubara

3,0

ton

Totaal dienstgewicht L+t

Total berat siap / terlayani

51,8

ton

Totale lengte

Panjang total

12650

mm

Grootste breedte

Lebar terbesar

2700

mm

Grootste hoogte

Tinggi terbesar

3700

mm

Aanzet trekkracht T

Kekuatan tarik

12500

kg

Vermogen N

Indikator daya silinder

680

ipk

Snelheid V

Kecepatan layanan

45

km/h

Bagikan ke: