
Lokomotif Uap B25
Lokomotif B25 buatan pabrik Esslingen (Jerman) mulai dioperasikan pada tahun 1902. Dibeli oleh perusahaan kereta api NIS (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij) lima unit lokomotif uap B25 atau penomoran lama yakni NISM 231-235. Lokomotif ini untuk melayani angkutan militer dan untuk melalui rel bergerigi yang ada di rute Ambarawa – Secang. Jalur kereta api dari Ambarawa ke Secang, termasuk rel bergerigi rute Jambu-Bedono-Gemawang sepanjang hampir 6.5 km, resmi beroperasi pada tanggal 1 Februari 1905.
Salah satu keunikan dari lokomotif uap B25 ini adalah memiliki roda gigi. Fungsi dari roda gigi ini adalah sebagai pengait rel bergerigi yang ada di bawahnya. Jika tidak ada roda gigi ini, kereta api tidak akan bisa menanjak. Posisi roda gigi ini berada di tengah, di antara roda lokomotif lain yang berbentuk normal. Keberadaan komponen roda gigi ini sangatlah vital. Penggunaan roda gigi memungkinkan kecuraman 65% dapat dilalui meskipun dengan kecepatan rendah, yaitu 10 km/jam. Pada saat menurun, maka roda gigi berfungsi untuk menahan kecepatan kereta api.

Jalur bergerigi di emplasemen Stasiun Bedono. (Sumber: De Stoomtractie op Java en Sumatra)

Dimensi Lokomotif Uap B25. (Sumber: De Stoomtractie op Java en Sumatra)
Lokomotif uap B25 memerlukan bahan bakar dari kayu jati untuk mendidihkan air dan menggerakkan piston-piston. Lokomotif ini memiliki empat silinder, dua di antaranya hanya dipergunakan untuk menggerakkan roda gigi. Kayu jati ini dipakai untuk memanaskan 2.850 liter air dan uap air tersebut yang dipakai sebagai tenaga pembangkit. Sebelum berangkat, ketel harus terlebih dahulu dipanaskan. Setidaknya dibutuhkan waktu pemanasan lebih dari tiga jam. Pemanasan itu sendiri dilakukan agar suhu tungku mencapai puncak pemanasan yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda, sekitar 235 derajat Celcius. Dengan suhu setinggi itu, lokomotif dengan empat silinder ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 4-5 kg/cm2 pada jalan mendatar dan 6-9 kg/cm2 saat merayap di jalan menanjak.
Saat ini masih tersisa tiga unit lokomotif uap seri B25 yang masih bisa dijumpai yaitu lokomotif uap B2502 dan B2503 yang masih beroperasi untuk melayani kereta wisata rute Ambarawa – Bedono sedangkan lokomotif uap B2501 menjadi monumen statis di Monumen Palagan Ambarawa (penanda kepahlawanan dan perjuangan).

Lokomotif Uap B25 menarik rangkaian di sekitara Bedono. (Sumber: De Stoomtractie op Java en Sumatra)

Lokomotif Uap B2502 dan B2503 di Depo Lokomotif Ambarawa. (Sumber: KAI)

Potret Lokomotif Uap B2502. (Sumber: Ikhsan Prabowo)