Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Perjalanan Makin Lancar, 119,44 Juta Liter BBM Subsidi Dukung Operasional KAI

Perjalanan Makin Lancar, 119,44 Juta Liter BBM Subsidi Dukung Operasional KAI

Korporasi
20 Juli 2026
by Administrator

Setiap perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu didukung oleh banyak proses penting di balik layar. Salah satunya adalah pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang menjadi sumber energi bagi layanan kereta api penumpang maupun sejumlah layanan logistik sesuai peruntukannya. Hingga 13 Juli 2026, KAI telah merealisasikan penggunaan 119.442.914 liter BBM bersubsidi, atau 55,73% dari total kuota tahun 2026 sebesar 214.342.000 liter. Dengan demikian, masih tersedia 94.899.086 liter atau 44,27% kuota yang siap mendukung operasional kereta api hingga akhir tahun.

Pengelolaan BBM subsidi dilakukan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) melalui sistem yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Setiap penggunaan dipantau secara berkala berdasarkan kuota, realisasi, jenis layanan, hingga wilayah operasional agar seluruh pemanfaatannya tetap sesuai ketentuan. Sebagian besar BBM subsidi dialokasikan untuk layanan kereta api penumpang yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Hingga pertengahan Juli 2026, layanan penumpang telah menggunakan 106.370.771 liter, atau sekitar 89,06% dari total penggunaan BBM subsidi KAI. Jumlah tersebut masih berada dalam pengelolaan kuota yang sehat dengan sisa alokasi 84.651.229 liter untuk mendukung perjalanan pelanggan hingga akhir tahun.

Selain melayani penumpang, BBM subsidi juga mendukung layanan logistik tertentu. Penggunaannya tercatat mencapai 9.404.309 liter untuk angkutan peti kemas, 1.964.531 liter untuk parcel, 1.412.702 liter untuk semen, serta 290.601 liter untuk klinker. Pemisahan pencatatan setiap layanan memungkinkan pengelolaan energi dilakukan secara lebih akurat sesuai kebutuhan operasional masing-masing. Pemantauan berbasis data juga membantu KAI menjaga keseimbangan penggunaan kuota di setiap layanan sehingga operasional tetap berjalan optimal tanpa melampaui alokasi yang telah ditetapkan.

Pada layanan penumpang, penggunaan BBM terbesar berada di Daop 8 Surabaya sebesar 26.643.480 liter, diikuti Daop 1 Jakarta sebanyak 26.260.574 liter, dan Daop 6 Yogyakarta sebesar 13.088.062 liter. Besaran tersebut mencerminkan kebutuhan operasional sarana diesel di masing-masing wilayah yang memiliki karakteristik layanan berbeda.


Sebagai bagian dari tata kelola yang baik, KAI juga menerapkan pemisahan yang jelas antara penggunaan BBM subsidi dan nonsubsidi. Hingga 13 Juli 2026, penggunaan BBM nonsubsidi mencapai 20.673.801 liter atau 52,88% dari target tahunan. Dengan demikian, total penggunaan BBM di seluruh layanan KAI mencapai 140.116.715 liter, atau sekitar 55,29% dari target kebutuhan energi sepanjang tahun 2026.

BBM nonsubsidi dimanfaatkan untuk berbagai layanan logistik seperti angkutan batu bara, BBM, crude palm oil (CPO), pulp, pupuk, kegiatan Balai Yasa, serta kebutuhan operasional lainnya yang memang tidak termasuk dalam skema subsidi pemerintah. Sejalan dengan penguatan tata kelola energi, KAI juga mulai mengimplementasikan biodiesel B50 secara bertahap sejak 1 Juli 2026 pada lokomotif dan kereta pembangkit. Implementasi ini dilakukan melalui berbagai tahapan pengujian teknis, pemantauan performa mesin, evaluasi keselamatan, serta pengendalian kualitas agar transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan tetap berjalan aman dan andal.

Melalui pengelolaan energi yang transparan, terukur, dan berkelanjutan, KAI terus memastikan setiap perjalanan kereta api tetap berjalan lancar sekaligus menjaga amanah pengelolaan subsidi negara secara bertanggung jawab. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan transportasi yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Bagikan ke: