Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
KAI Group Setor Hampir Rp7 Triliun Pajak, Wujud Nyata Kontribusi untuk Negeri

KAI Group Setor Hampir Rp7 Triliun Pajak, Wujud Nyata Kontribusi untuk Negeri

Korporasi
26 Juli 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Di balik jutaan perjalanan kereta api yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia, ada kontribusi besar yang ikut menggerakkan pembangunan nasional. Sepanjang 2025, KAI Group berhasil mencatat kontribusi kepada negara sebesar Rp6,98 triliun, meningkat 66,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,20 triliun.

Angka tersebut merupakan kontribusi dari seluruh ekosistem KAI Group, mulai dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai entitas induk hingga seluruh perusahaan anak. Kontribusi tersebut berasal dari berbagai komponen, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak daerah, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang menjadi bagian dari ekosistem KAI Group, mulai dari pekerja, pelanggan, mitra usaha, hingga masyarakat yang tumbuh bersama layanan kereta api.

Setiap perjalanan pelanggan, distribusi logistik, aktivitas bisnis di stasiun, hingga berbagai layanan KAI Group bukan hanya menciptakan mobilitas, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi yang kembali menjadi penerimaan bagi negara. Selanjutnya, penerimaan tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan.

Dari total kontribusi sebesar Rp6,98 triliun, KAI sebagai entitas induk menyumbang Rp6,19 triliun, sementara seluruh entitas anak memberikan kontribusi sebesar Rp795,89 miliar.

Secara rinci, kontribusi tersebut terdiri atas:

Pajak Penghasilan (PPh): Rp3,05 triliun
Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Rp1,47 triliun
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp2,27 triliun
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Rp113,96 miliar

Tak hanya itu, aktivitas bisnis entitas anak KAI Group juga memberikan manfaat langsung bagi daerah melalui pembayaran pajak restoran sebesar Rp28,66 miliar, pajak hotel Rp456,90 juta, dan berbagai pajak daerah lainnya senilai Rp47,84 miliar.

Menurut Anne, besarnya kontribusi tersebut lahir dari aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pihak.

Di balik angka Rp6,98 triliun terdapat kerja keras para pekerja, kepercayaan pelanggan, dukungan mitra usaha, serta kolaborasi seluruh entitas KAI Group. Semua memiliki peran penting dalam menciptakan nilai ekonomi yang kemudian menjadi penerimaan bagi negara maupun daerah.

Para pekerja menjadi motor utama di balik operasional KAI setiap hari. Mulai dari petugas pelayanan, masinis, teknisi, petugas perawatan sarana dan prasarana, hingga tim yang memastikan sistem operasional berjalan optimal, semuanya berkontribusi menjaga layanan tetap aman, nyaman, dan andal.

Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi tata kelola, KAI juga menjalankan seluruh kewajiban perpajakan sesuai regulasi yang berlaku. Laporan kontribusi pajak 2025 mencatat Pajak Penghasilan secara keseluruhan tanpa memisahkan pajak penghasilan pekerja secara khusus.

Kontribusi kepada negara lahir dari semangat kerja bersama. Ada petugas yang mulai bertugas saat sebagian masyarakat masih terlelap, ada teknisi yang memastikan perjalanan tetap aman, dan ada banyak insan KAI lainnya yang bekerja tanpa henti agar pelanggan dapat bepergian dengan nyaman.

Ia menambahkan bahwa setiap aktivitas perusahaan tidak hanya menciptakan layanan transportasi, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Di balik setiap angka kontribusi terdapat pekerjaan, tanggung jawab, dan kehidupan banyak keluarga. KAI ingin terus menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat melalui layanan yang berkualitas dan tata kelola perusahaan yang baik.

Keberadaan stasiun dan layanan kereta api juga menjadi pusat aktivitas ekonomi. Pelanggan, pelaku UMKM, pemasok, mitra usaha, hingga masyarakat sekitar saling terhubung dan menciptakan perputaran ekonomi di berbagai daerah yang pada akhirnya memberikan kontribusi fiskal bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Saat pelanggan melakukan perjalanan, manfaatnya ikut dirasakan banyak pihak. Ada pekerja yang memperoleh penghasilan, pelaku usaha yang melayani kebutuhan pelanggan, pemasok yang mendukung operasional, hingga daerah yang memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi tersebut.

Seluruh kontribusi yang disetorkan KAI Group masuk ke dalam sistem penerimaan negara dan daerah untuk kemudian dikelola pemerintah sesuai ketentuan dan prioritas pembangunan.

Dana tersebut bukan dikelola langsung oleh KAI untuk program tertentu, melainkan menjadi bagian dari kapasitas pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik dan pembangunan bagi masyarakat.

Selain memberikan kontribusi yang terus meningkat, sepanjang 2025 KAI juga menjaga kepatuhan terhadap seluruh regulasi perpajakan. Hingga 31 Desember 2025, perusahaan tidak menerima peringatan maupun sanksi perpajakan yang signifikan. Hal tersebut didukung melalui penguatan administrasi, pelaporan, pembayaran, serta manajemen risiko perpajakan yang berkelanjutan.

Menutup keterangannya, Anne menegaskan bahwa pertumbuhan perusahaan harus selalu berjalan beriringan dengan keberlanjutan bisnis, pelayanan terbaik, dan kesejahteraan pekerja.

Kereta api bukan sekadar menghubungkan kota demi kota. Di balik setiap perjalanan, lahir kesempatan kerja, peluang usaha, penghasilan bagi banyak keluarga, hingga kontribusi nyata bagi negara. KAI akan terus menjaga kinerja dan tata kelola perusahaan agar manfaat kehadirannya semakin luas dirasakan masyarakat.

Bagikan ke: