Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Sinergi BUMN Hadirkan TOD di Stasiun Pondok Cina, Depok

Sinergi BUMN Hadirkan TOD di Stasiun Pondok Cina, Depok

Berita
2 Oktober 2017
by Administrator

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Perum Perumnas meresmikan dimulainya pengerjaan proyek rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD)  Depok di Stasiun Pondok Cina pada Senin (2/10). Peresmian proyek hunian TOD merupakan peresmian TOD kedua setelah sebelumnya TOD Perumnas-KAI dibangun di Stasiun Tanjung Barat. Konsep TOD ini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas. Acara yang dibuka dengan laporan dari Dirut Perum Perumnas, Bambang Triwibowo ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirjen Perkeretaapian yang mewakili Kementerian Perhubungan, perwakilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta perwakilan Pemerintah Kota Depok.


Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo memberikan sambutan

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan, kerja sama pembangunan rusun ini dilaksanakan pemanfaatan atas lahan KAI memperhatikan pola kerja sama jangka panjang sesuai dengan Permen BUMN No. PER-13/MBU/09/2014 tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap BUMN. “Pembangunan rumah susun ini akan menjawab kebutuhan hunian bagi masyarakat yang bermukim di wilayah stasiun tersebut,” kata Edi. Ia juga menambahkan bahwa kerjasama dengan perumnas dalam pemanfaatan lahan KAI akan memperhatikan pola kerja sama jangka panjang. Dia menilai saat ini pengguna moda transportasi kereta sudah mencapai angka 1,024 juta orang per harinya.  Edi menambahkan "Angka ini akan terus meningkat hingga mencapai 1,2 juta penumpang per hari pada 2019. Untuk itu, rusun TOD ini bisa menjawab kebutuhan hunian masyarakat terutama bagi MBR”.


Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama KAI Edi Sukmoro serta Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo melihat maket proyek TOD Pondok Cina, Depok

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo menyatakan, animo masyarakat guna memiliki hunian yang terintegrasi dengan jalur kereta api luar biasa. Dia berkaca pada pembangunan TOD Stasiun Tanjung Barat yang diminati masyarakat. "Kami melihat animo yang luar biasa pada TOD Tanjung Barat sehingga kami segera merealisasikan TOD Depok ini," ucap Bambang. Bambang menawarkan konsep hunian yang terintegrasi dengan transportasi, dekat dengan pusat perbelanjaan dan sarana pendidikan. “Tujuan kami satu adalah mengubah lifestyle (gaya hidup) penduduk Indonesia, Jabodetabek pada khususnya untuk dapat menerapkan aktivitas harian yang ramah lingkungan dan juga efektif serta efisien di sisi waktu dan biaya" tutur Bambang.


Penekanan tombol tanda dimulainya Groundbreaking TOD Stasiun Pondok Cina, Depok

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta hunian strategis terintegrasi berkonsep transit oriented development (TOD) bisa mengalokasikan kuota 30 persen dari total unit yang ada untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rini mengatakan, persentase tersebut harus diberlakukan jika konstruksi hunian tersebut dibangun oleh BUMN. Rini mengaku akan menerapkan kebijakan tersebut dalam proyek hunian strategis yang dibangun Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) yang bekerja sama dengan Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Pondok Cina, Depok. "Itu dorongan kita, ini (TOD di Stasiun Pondok Cina) lokasinya strategis, biasanya jarang mau memberikan untuk MBR," kata Rini.


Foto bersama

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan keberadaan hunian yang dekat dengan stasiun kereta akan mengurangi biaya transportasi dan memudahkan masyarakat beraktivitas. “Saya mengucapan terima kasih kepada Menteri BUMN yang telah memberikan intruksi kepada Perumnas agar mengalokasikan hunian untuk rakyat,” ujar Basuki. Basuki menambahkan Pembangunan rusun ini untuk mempercepat pembangunan program satu juta rumah dan juga mengurangi angka blocking perumahan. Menurutnya, penghuni TOD diibaratkan seperti konglomerat. Karena pulang dan pergi kerja selalu dijemput oleh kereta. "Kalau tinggal di TOD-TOD ini jadi orang kaya, mau pergi atau pulang dijemput kereta. Konglomerat mana yang punya kereta api, turun (dari unit apartemen) langsung naik kereta?" ujar Basuki.


Menteri BUMN Rini Soemarno berbincang dengan salah satu penumpang di Stasiun Pondok Cina

Pembangunan TOD Depok merupakan sinergi antar BUMN dan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dengan harga terjangkau. Dia menuturkan, empat tower TOD Depok akan menampung 3.693 unit hunian dengan lahan seluas 27.706 meter persegi dimana nilai investasi pembangunan mencapai Rp 1,45 triliun. Bambang menambahkan, TOD Depok memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio hingga tipe tiga kamar tidur. Khusus bagi rusunami, tipe huniannya paling minimal dengan luas sekitar 32 meter persegi (satu kamar tidur).

Hunian strategis terintegrasi transportasi di Stasiun Pondok Cina dibanderol dengan harga Rp 7 juta per meter persegi. Meski harga jauh lebih murah dari biasanya, tetap dibangun dengan standar yang sama untuk hunian yang rencananya akan dibangun di atas Stasiun Pondok Cina itu. Sinergi antar-BUMN adalah bentuk komitmen pemerintah menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau, khususnya untuk masyarakat menengah bawah. (PR KAI)

Bagikan ke: