
Tahun ini, Sudah 274 Pegawai PT KAI Pergi Ke China
Bagi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) tak ada kata lelah untuk terus berubah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa kereta api (KA). Salah satunya dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi organ penting berjalannya perusahaan dan yang bersentuhan langsung dengan konsumen. Guna mempercepat akselerasi perubahan ini, PT KAI kembali memberangkatkan pegawainya untuk belajar dan membandingkan perkeretaapian di negara China yang berkembang sangat pesat. Di tahun ini, sudah sebanyak 274 pegawai PT KAI yang dikirimkan ke China, termasuk batch ketiga yang berjumlah 62 orang, dengan peserta yang berasal dari unit sarana dan operasional.

Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan (kiri) melepas satu persatu pegawai PT KAI yang akan berangkat ke China
Menurut Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, saat melepas batch ketiga ini, Sabtu (1/12), menekankan semua pegawai yang ikut studi ke China untuk mencontoh dan mengaplikasikannya ke dunia kerja mereka di Indonesia. "Tolong nanti orang sarana di sana (China) nanti untuk melihat dengan detail, macam-macam yang bisa dilihat. Untuk orang operasional, harus belajar mengenai pelayanan, kebersihan, stasiun rapi dan sebagainya. Di China, kulturnya hampir sama dengan kita, namun disana lebih keras," ujar Jonan.
Pada studi banding ini, masih sama seperti sebelumnya. Diadakan selama lima hari dengan program-program pengenalan terhadap perkeretaapian China. Dimana mereka sudah memiliki kereta api cepat dan Maglev. (Humaska)