MoU KAI dengan Mandiri untuk Investasi di 2017
PT Kereta Api Indonesia(Persero) menandatangani Akta Perjanjian Kredit Pinjaman Transaksi Khusus (PTK) berjangka waktu 10 tahun senilai 1,2 T untuk pengembangan Double Track Sumatera Selatan. Penandatangan itu dilakukan Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar dan Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (27/12).
Proses penandatanganan Perjanjian oleh Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo dan SEVP Corporate Banking Bank Mandiri
Didiek Hartantyo mengatakan PTK dari Bank Mandiri akan menjadi salah satu sumber belanja modal (Capital Expenditure) investasi KAI pada tahun depan. Selain untuk jalur ganda Sumatra Selatan, PTK akan digunakan untuk pemeliharaan fasilitas-fasilitas stasiun di Palembang. Didiek menyebut pihaknya sudah berkontrak dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk sebesar 20 juta ton pada tahun ini dan 23,1 juta ton pada tahun depan. "Kredit Rp1,2 triliun ini akan dicairkan sekaligus sebelum akhir tahun ini," tukasnya.
Pemberian cenderamata pihak KAI kepada Bank Mandiri
Lebih lanjut, Didiek mengatakan total capex pada tahun depan akan berkisar Rp7,5 triliun. Dana akan dipakai untuk peremajaan, program penugasan pemerintah, dan pembangunan infrastruktur kereta angkutan batubara."Kami juga membeli 438 gerbong baru untuk mengganti gerbong kereta bisnis yang sudah berusia 30 tahun dan kereta ekonomi. Sebelum Lebaran tahun depan, kami menyiapkan tujuh rangkaian kereta api dari hasil peremajaan dan pembelian gerbong dengan nilai investasi sekitar Rp 350 miliar," ujarnya. KAI juga melanjutkan pembangunan proyek penugasan pemerintah. Kereta Bandara Soekamo-Hatta ditargetkan beroperasi pada semester II-2017 dan kereta ringan cepat di Palembang pada 2018.
Foto bersama jajaran KAI dan Bank Mandiri
Menurut Alexandra penyaluran pinjaman ini merupakan wujud dukungan Bank Mandiri pada proyek-proyek Infrastruktur Strategis Nasional. "Ini bentuk partisipasi kami untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur, salah satunya untuk perkeretaapian. Pengembangan Double Track Sumatra Selatan ini untuk mempercepat pengiriman batu bara dari PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ke PLTU Tarahan dan PLTU Suralaya,” tutup Alexandra. (PR KAI)