Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Uji Coba LNG pada KA Argo Parahyangan

Uji Coba LNG pada KA Argo Parahyangan

Berita
20 Desember 2016
by Administrator

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dan menjalin kerja sama untuk mendukung program pemerintah konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Dalam kerja sama ini, Pertamina akan memasok gas alam cair atau Liqufied Natural Gas (LNG) yang akan digunakan sebagai bahan bakar kereta api. Kereta berbahan bakar LNG ini diujicobakan berangkat dari Jakarta menuju Bandung. Saat ini baru satu kereta pembangkit yang dicoba untuk menggunakan LNG. Uji coba ini dilaksanakan di Stasiun Bandung pada Selasa (20/12).


Sambutan dari Corporate Deputy Director Of Technical Engineering and Rollingstock KAI Dwiyana Slamet Riyadi

Corporate Deputy Director Of Technical Engineering and Rollingstock KAI Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, upaya yang dilakukan ini sebagai bentuk diversifikasi bahan bakar. Pemakaian LNG ini diakui sebagai tindakan efisiensi bahan bakar solar yang selama ini digunakan. "Selama ini, konsumsi HSD (high speed diesel) kita terhitung sebanyak 190 juta liter/tahun. Angka itu tercatat pada tahun 2015. Untuk keperluan BBM (bahan bakar minyak) ini menyedot  sekitar 30% dari HPP (harga pokok produksi)," kata Dwiyana. Menurutnya, untuk inovasi baru ini pihaknya akan menjalankan secara bertahap. Penggunaan LNG ini hanya sementara untuk pembangkit kereta yang memasok energi kelistrikan yang dibutuhkan dalam kereta. Lokomotif sebagai penggerak kereta masih tetap menggunakan HSD.


SVP Enginering Operational Technology Direktorat Gas Pertamina Tanudji memberi sambutan dalam acara Uji Coba Penggunaan LNG

Dia menyebutkan, pihaknya memiliki 190 pembangkit atau genset yang dipakai dalam kereta. Meski tak menyebutkan angka pastinya, Dwiyana mengaku konsumsi BBM yang bisa ditekan itu memberikan efisiensi yang relatif signifikan. "Untuk pembangkit LNG ini kita lakukan bertahap. Untuk ujicoba kali ini kita gunakan satu genset. Hingga Maret 2017 mendatang, kita akan menambah pembangkit itu hingga tiga genset. Nanti, pada akhir Januari kita akan mengevaluasi penggunaan pembangkit LNG ini," ucapnya. Menurut Dwiyana, hasil uji coba ‎akan dievaluasi, kemudian ada kemungkinan LNG tidak hanya digunakan pada pembangkit kelistrikan di kereta saja, tetapi juga pada mesin pendorong lokomotif. Jika ini terjadi, maka Indonesia negara pertama di ASEAN yang menggunakan LNG sebagai bahan bakar kereta. "Saya yakin kalau bisa diluncurkan komersial bisa NKRI banget, ini uji coba konversi LNG pertama di Asia Tenggara," ucap Dwiyana.


Jajaran KAI dan Pertamina meninjau tangki Penggunaan LNG pada kereta Pembangkit

Dwiyana megungkapkan, ada tiga aspek yang diujicoba yaitu aspek teknis pada alat pengubah konsumsi bahan bakar, ‎aspek keamanan dan keekonomian. Saat ini yang sedang dievaluasi PT KAI adalah aspek keekonomian, jika memenuhi aspek tersebut maka LNG akan digunakan secara komersial. "Tiga aspek teknis sudah masuk, konverter kit LNG sudah masuk, aspek safety sudah oke, tinggal aspek keekonomiannya kalau sudah hasil baik kita tidak menutup kemungkinan tambah genset lain, ke depan kita pakai LNG," tutup Dwiyana.


Foto Bersama

Senior Vice President Enginering Compression and Tecnology Development Pertamina Tanudji mengatakan, ‎saat ini Pertamina dan KAI sedang melakukan uji coba. "Program diversifikasi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sektor gas (LNG) pada sektor transportasi, khususnya Kereta Api ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pertamina dan KAI membantu  pemerintah dalam meningkatkan ketahanan energi dan konservasi lingkungan hidup," jelas SVP Engineering, Operation & Technology Development Tanudji. Tanudji menambahkan, selain sejalan dengan UU No 30 tahun 2007 tentang Energi, diversifikasi BBM ke gas juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 bahwa target bauran energi pada 2025 adalah 22 persen penggunaan gas, dan minyak bumi turun dari 46 persen menjadi 25 persen. "Jika tidak ada kendala, diversifikasi BBM ke LNG sebagai bahan bakar kereta pembangkit ditargetkan untuk komersialisasi pada Maret 2017 dan kemudian akan dilanjutkan ke kereta lokomotif," ujar Tanudji. Penggunaan LNG pada kereta api diproyeksikan akan memberikan penghematan belanja BBM sebesar Rp84,5 miliar per tahun, serta lebih ramah lingkungan. Kerja sama ini menunjukkan sinergi antar BUMN memberikan nilai tambah yang besar bagi pemerintah dan masyarakat. (PR KAI)

Bagikan ke: