
Pengoperasian KA Perintis Lembah Anai
Selasa (1/11), PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan secara resmi meluncurkan operasional KA Perintis Lembah Anai dengan rute Kayu Tanam - Lubuk Alung. Peresmian operasional KA ini dihadiri oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Dirjen Pekeretaapian Kementrian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan perwakilan dari Muspida/Muspika setempat di Stasiun Padang.

Direktur Utama KAI mendampingi Dirjenka menggunting pita dalam peluncuran KA Lembah Anai
Irwan Prayitno berharap, beroperasinya kereta api untuk jalur Lubukalung-Kayutanam setidaknya dapat menghemat waktu perjalanan masyarakat. Muaranya adalah membantu pertumbuhan ekonomi. “Ini langkah bagus, karena transportasi kereta sudah banyak dipakai jadi alat tranportasi masyarakat di negara maju," tuturnya. “Pengoperasian KA Perintis ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama KAI kepada masyarakat. Kami berharap pengoperasian KA ini dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat Padang dan sekitarnya akan moda transportasi massal yang nyaman, aman, dan bebas macet," kata Edi Sukmoro dalam sambutannya.

Prosesi pemecahan kendi saat peluncuran KA Lembah Anai
Dalam sehari, KA Lembah Anai beroperasi 4 kali, dan mampu mengangkut 160 penumpang (78 orang dengan tempat duduk dan 82 orang tanpa tempat duduk) pada sekali perjalanan. Waktu tempuh yang diperlukan guna menempuh jarak 20km antara Stasiun Kayu Tanam, Stasiun Sicincin, dan Stasiun Lubuk Alung, yaitu selama 38 menit. Masyarakat yang ingin menggunakan layanan jasa angkutan KA Lembah Anai dapat membeli tiket di stasiun seharga Rp 3000,-. Besaran tarif yang cukup murah ini diberikan untuk menarik minat masyarakat Padang dan sekitarnya agar memilih kereta api sebagai moda transportasinya. (PR KAI)