Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Peluncuran KA Wisata Kereta Uap Ambarawa-Bedono

Peluncuran KA Wisata Kereta Uap Ambarawa-Bedono

Berita
27 Oktober 2016
by Administrator

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Semarang, pada hari ini Kamis (27/10) PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali memberikan pilihan daya tarik wisata kepada masyarakat Indonesia dengan membuka jalur lama antara Stasiun Ambarawa- Jambu-Bedono dan Reopening Kereta Pustaka Indonesia. Pengaktifan kembali jalur itu digelar di Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Acara diawali sambutan dari Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo, SH, M. Soc. Sc. Dengan menyampaikan bahwa Ambarawa merupakan kota perjuangan, sehingga para wisatawan dapat merasakan sensasi perjuangan tersebut pada Museum KA Ambarawa ini. "Museum KA Ambarawa diharapkan bisa menjadi sumber pembelajaran dan pengetahuan tentang kereta api serta makin menambah daya tarik wisata Jawa Tengah," tambahnya. EVP Daop 4 Semarang Andika Tri Putranto menyampaikan bahwa dibutuhkan dukungan semua pihak untuk meningkatkan edukasi pariwisata perkeretaapian. "Diharapkan Museum Ambarawa ini bisa menjadi icon Jawa Tengah serta menjadi icon museum tingkat nasional dan internasional," ujarnya.


Prosesi pemecahan kendi oleh Direktur Komersial dan TI KAI M. Kuncoro Wibowo

Jalur yang mulanya dibangun untuk mengangkut berbagai hasil bumi salah satunya berupa biji kopi ini akan dipergunakan sebagai alternatif objek kereta wisata khusus menggunakan Lokomotif Uap selain rute Ambarawa-Tuntang. "Jalur ini semula dibangun untuk mengangkut hasil bumi, misalnya biji kopi," ujar Manager Humas Daop 4 Semarang Edi Kuswoyo. Pengaktifan jalur tersebut, menurut Edi, digunakan sebagai alternatif obyek wisata khusus menggunakan lokomotif uap. "Jadi tambah satu rute lagi, selain rute Ambarawa-Tuntang," imbuhnya. Edi berujar, jarak antara Stasiun Ambarawa hingga Bedono sejauh sembilan kilometer. Kecepatan maksimal kereta, capai 20 kilometer per jam.


Pemberangkatan KA Uap oleh Kadisbudpar Prov Jateng Dr. Prasetyo Aribowo, SH, M. Soc. Sc

Perjalanan KA Ambarawa-Bedono ini menggunakan lokomotif B2502 dan B2503. Lokomotif tersebut saat ini sudah berusia 114 tahun. lokomotif buatan Jerman tahun 1902 itu akan digunakan untuk mendorong dua unit gerbong penumpang. Kapasitas angkut penumpang capai 80 orang "Lokomotif ini akan kami gunakan sebagai kereta wisata khusus, untuk jalur Ambarawa-Jambu-Bedono, pergi pulang," kata Direktur Komersial dan TI KAI M. Kuncoro Wibowo.

Ia mengemukakan, tarif operasional kereta wisata khusus itu dilabeli Rp 15 juta. Menurutnya, tarif tersebut sudah sesuai hitungan dari KAI.  Kuncoro mengungkapkan jalur Ambarawa-Bedono tak aktif sejak tahun 2009. Ia berujar, selama tempo tersebut pihaknya masih mengupayakan perbaikan sejumlah fasilitas pendukung.  "Keunikan jalur ini ada rel bergerigi yang difungsikan selaras dengan roda bergerigi pada lokomotif. Sistem ini digunakan untuk menyokong tenaga lokomotif saat melintasi jalur tanjakan," papar Kuncoro. Saat ini jalur bergerigi hanya ada tiga di dunia, yakni Indonesia, India, dan Swiss.


Pemotongan pita oleh Direktur Komersial dan TI KAI M. Kuncoro Wibowo tanda dibukannya kembali Kereta Pustaka Indonesia 

Bersamaan dengan peluncuran jalur wisata Ambarawa-Bedono, PT KAI juga melakukan Reopening Kereta Pustaka Indonesia. Nama Kereta Pustaka sendiri dikarenakan kereta tersebut digunakan sebagai kereta khusus perpustakaan kereta api  yang sebelumnya sudah diresmikan pada 19 Juli 2011 di Stasiun Jakarta Kota (Beos) dan di desain sebagai railway campaign sekaligus sebagai sarana edukasi perkeretaapian. (PR KAI)

Bagikan ke: