Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Target Rampung Agustus 2020, KAI Tinjau Pembangunan LRT Jabodebek

Target Rampung Agustus 2020, KAI Tinjau Pembangunan LRT Jabodebek

Korporasi
26 Februari 2022
by Administrator

Dalam rangka memastikan proyek LRT Jabodebek dapat selesai tepat waktu, pada Jumat (25/2) KAI melakukan tinjau progres pembangunan LRT Jabodebek yang berlokasi di Bekasi Timur.

Kunjungan ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama jajaran Direksi KAI, Adhi Karya, INKA, LEN, serta perwakilan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pada kunjungan ini, Didiek beserta rombongan akan meninjau progres pembangunan stabling LRT yang berfungsi sebagai tempat parkir LRT Jabodebek yang sudah dioperasikan setiap harinya.

“Hari ini saya dan rombongan mengunjungi Depo LRT Jabodebek untuk melihat perkembangan pembangunan Depo LRT beserta fasilitas pendukungnya. Kami akan memastikan kesiapan Depo untuk menunjang operasional LRT Jabodebek,” tutur Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Depo LRT Jabodebek terdiri dari beberapa area seperti Stabling, Light Maintenance, Heavy Maintenance, Operation Control Center (OCC) Building, dan area lainnya dengan luas area sekitar ±100.000 m2.

Light Maintenance memiliki 10 jalur yang digunakan untuk pemeriksaan dan perawatan ringan LRT Jabodebek seperti perawatan harian dan perawatan bulanan setiap 1, 3, 6, dan 12 bulanan. Sedangkan Heavy Maintenance memiliki 8 jalur yang digunakan untuk perawatan besar LRT Jabodebek dengan siklus perawatan tahunan.

Didiek beserta rombongan juga memeriksa kesiapan ruang OCC yang akan berfungsi untuk pengaturan traffic LRT Jabodebek. LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation Lv 3 (GoA 3). LRT Jabodebek akan beroperasi secara otomatis dan dengan pemantauan perjalanan dari Ruang OCC oleh petugas.

"Di tanggal 25 Februari ini, ada satu milestone penting yang berhasil dicapai oleh proyek LRT Jabodebek yaitu aktivasi OCC. Seperti yang sudah kami informasikan sebelumnya, OCC adalah bagian penting dari operasi CBTC GoA3. Seluruh pemantauan dan pengaturan operasi LRT Jabodebek dilakukan dari OCC." ujar Didiek.

Dengan aktivasi OCC ini, untuk sementara dapat dilakukan pengaturan dan pemantauan fasilitas operasi di jalur LRT Jabodebek, namun belum sampai ke pergerakan kereta. Masih ada milestone lanjutan yang perlu dikerjakan.

Progres pembangunan LRT Jabodebek secara umum telah mencapai 80,27% dengan pembangunan Depo LRT Jabodebek mencapai 77%.

Diharapkan rangkaian uji integrasi antara persinyalan dan sarana bisa diselesaikan di pertengahan Maret. Jika terlaksana, operasi otomatis kereta LRT Jabodebek akan semakin dekat untuk bisa terwujud.

“KAI bersama para stakeholder terus bekerja keras agar seluruh persiapan operasional LRT Jabodebek selesai pada target yang telah ditentukan dengan tetap mengutamakan keselamatan. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak-pihak sehingga LRT Jabodebek dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutup Didiek. (Public Relations KAI)

Bagikan ke: