Sinergikan Pembangunan Kota Bandung, Ridwan Kamil Kunjungi KAI
Walikota Bandung Ridwan Kamil bersama Direktur Utama KAI Edi Sukmoro melakukan pembahasan mengenai pembangunan Kota Bandung di Kantor Pusat KAI pada Rabu (22/6). Turut hadir jajaran KAI Pusat, Daop 2 Bandung, dan Pemkot Bandung. “Saya berkunjung kesini sebagai sebagai bagian dari kerjasama antara pemerintah dengan pemangku kepentingan, yaitu BUMN,” ujar Ridwan Kamil. “Kami siap mendukung berbagai kebijakan pak wali, karena KAI memiliki kedekatan historis dengan Bandung, dimana kantor pusat kami ada di Bandung, maka kami akan mendukung kebijakan-kebijakan dari Pemkot Bandung,” ujar Edi. Ridwan Kamil ingin berinovasi memanfaatkan aset KAI, agar KAI selain mendapatkan keuntungan juga memberikan sumbangsih bagi kota yang dilaluinya. “Pembangunan harus dibahas bersama agar lebih efektif manfaatnya. Kami juga ingin belajar bagaimana KAI yang bisa menjaga asetnya dengan baik selama ini,” ujarnya.
Suasana Pertemuan
Berbagai permasalahan mendapatkan titik temu seusai pertemuan ini, mengenai pemanfaatan aset, bantuan CSR, dan lainnya. Salah satu yang akan segera ditindaklanjuti ialah pembangunan akses jalur KA ke Bandara Husein Sastranegara. KAI dan Pemkot berencana mengaktifkan kembali jalur kereta yang ada di dekat Terminal Bandara Hussein Sastranegara. Jaraknya hanya sekitar 400 meter saja dari jalur KA. Direktur PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengungkapkan, secepatnya pihaknya akan mulai menggarap jalur dari Bandara Husein Sastranegara ke Kebon Kawung. "Jalur kereta dari stasiun ke bandara ini harus digarap cepat. Apalagi jaraknya pendek, bisa lah itu," ujar Edi.
Ridwan Kamil dan Edi Sukmoro berdiskusi
Selain itu, Pemkot Bandung dan KAI akan memberantas kebiasan buruk pemotor yang gemar melawan arus di palang pintu kereta. Ridwan Kamil mengusulkan pemasangan ranjau di sekitar rel untuk membuat efek jera pemotor nakal. Salah satu perlintasan kereta api yang kerap banyak pemotor melawan arus yakni di Jalan Laswi, Jalan Cikudapateuh, Jalan Kiaracondong. KAI maupun Pemkot Bandung saat ini masih merumuskan jenis ranjau apa yang bisa membuat pemotor nakal kapok melawan arus di pintu rel kereta api. (PR KAI)