Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Bahas Pengembangan Stasiun Tugu, Dirut KAI Temui Sultan HB X

Bahas Pengembangan Stasiun Tugu, Dirut KAI Temui Sultan HB X

Berita
9 Maret 2021
by Administrator

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berusaha mengutamakan kebutuhan pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik akan kebutuhan transportasi publik. Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan antra lain membangun kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan. KAI sadar tidak dapat berdiri sendiri mewujudkan visinya menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia.

KAI kini telah menjalin kolaborasi dengan instansi pemerintahan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyambangi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (9/3). Tujuan KAI yaitu untuk membahas pengembangan Stasiun Tugu Yogyakarta.

“Pertemuan ini dalam rangka membahas pengembangan Stasiun Tugu. Ini sudah digagas cukup lama dan mudah-mudahan segera terealisasi. Arahan dari Ngarso Dalem yaitu beliau sepakat dan sudah menyetujui pengembangan ini,” kata Didiek usai pertemuan.

Jajaran KAI saat mengunjungi
Jajaran KAI saat mengunjungi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kepatihan Pemda DIY

Harapannya pengembangan Stasiun Tugu dapat selesai sebelum Desember 2023. Ia memperjelas bahwa kolaborasi ini yakni terkait pengembangan integrasi moda transportasi kereta api. Stasiun Tugu diharapkan dapat menjadi ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan moda transportasi massal lainnya. Integrasi akan memudahkan pelanggan kereta api mendapatkan moda transportasi lain begitu sampai atau hendak menuju Stasiun Tugu.

Lebih lanjut, Didiek mengatakan tidak menutup kemungkinan ke depan akan dikembangkan commuter berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Namun sejauh ini hal tersebut masih dalam kajian.

"Transportasi ke depan di Yogyakarta akan dikembangkan commuter berbasis ART ini sedang dalam kajian juga," kata Didiek.

Ke depan stasiun ini juga diproyeksikan menjadi Transit-Oriented Development (TOD), yakni penggabungan area residensi dan komersial dalam satu area yang didesain untuk memaksimalkan akses ke transportasi publik.

Sementara itu, stasiun ini juga akan terhubung langsung dengan Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo lewat jalur kereta api yang saat ini sudah masuk tahap finalisasi pembangunan. Pembangunan rel bandara sendiri ditargetkan rampung dan beroperasi pada Juni 2021.

Sekretaris Daerah (DIY) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY mendukung penuh rencana pengembangan Stasiun Tugu. Dukungan itu berupa percepatan proses perizinan dan pemanfaatan lahan untuk pengembangan tersebut.

Aji mengatakan pelaksanaan proyek pengembangan ini akan dilakukan sesegera mungkin. "Ya kalau tadi Sultan minta segera saja, di daerah [DIY] nanti akan memfasilitasi dari sisi perizinan dan pemanfaatan lahan, sementara untuk pendanaan oleh PT. KAI, nanti dua-duanya saling sinergi," ucap Aji.

Pada pertemuan tersebut, KAI juga memberikan Buku Sejarah Perkeretaapian Indonesia “Dulu, Kini, dan Mendatang”. Buku tersebut berisi perjalanan panjang KAI, mulai dari pertama kali pembangunan jalur kereta api hingga KAI terus bertransformasi tanpa henti.

KAI memastikan pengembangan Stasiun Tugu ini tetap memperhatikan simbol-simbol budaya di Jogja. "Kami bersama keraton [Yogyakarta] tetap memperhatikan kearifan lokal, budaya dan falsafah-falsafah. Sumbu filosofis Jogja juga diperhatikan. Sehingga apa yang menyangkut kebudayaan tata kehidupan itu menjadi suatu keharusan di sini tetap akan dipertahankan. Hal tersebut kami lakukan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Yogyakarta," pungkas Didiek. (Public Relations KAI)

Bagikan ke: