100 Polsuska Ikuti Pelatihan di Pusdiklat Kopassus Batujajar
Selama beberapa hari ke depan, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) mendapatkan pelatihan pemantapan dan peningkatan pengetahuan serta kemampuan dasar kemiliteran dari tanggal 30 November hingga 10 Desember 2015. Pelatihan kali ini dilakukan di tempat yang khusus yaitu mendapatkan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklat Passus), Kopassus, Batujajar, tempat pelatihan Korps Baret Merah TNI AD. Polsuska akan mendapatkan pelatihan yang bermanfaat dari para pelatih-pelatih khusus yang mencetak Pasukan Elit TNI AD. Bahkan, untuk kalangan internal TNI AD sendiri, masuk ke tempat pelatihan ini hanya bagi orang-orang terpilih dan sudah diseleksi sangat ketat.
100 Polsuska foto bersama dengan Jajaran Pusdiklat Kopassus
“Tidak semua orang bisa menginjakan kakinya disini,” ujar Komandan Pusdiklat Passus Kopassus, Kol. Inf. M. Fadjar, MPICT saat membuka pelatihan pemantapan ini, Selasa (1/12). Senada dengan Komandan Pusdiklat Passus, Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI A. Herlianto menyatakan bahwa hanya orang-orang tertentu yang dapat masuk dan berlatih disini, karena Pusdiklat Passus Kopassus, hanya diperuntukan bagi orang-orang pilihan. Untuk itu, Herlianto meminta kepada semua Polsuska peserta pelatihan ini bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya selama masa pemantapan. Polsuska juga diharapkan dapat menyerap semua materi yang diberikan oleh pelatih maupun pemateri. Sehingga, bisa didapatkan Polsuska yang lebih profesional dan bisa lebih melayani pengguna jasa kereta api.

Polsuska menerima latihan fisik dari pelatih Kopassus
“Tantangan perusahaan di depan semakin berat. Tuntutan dan permintaan dari penumpang terus menerus meningkat. Kebutuhan mereka akan kenyamanan dan keamanan harus kita berikan dan tingkatkan,” tegas Herlianto kepada 100 Polsuska peserta pelatihan seusai upacara pembukaan selesai. Dilanjutkannya, pelatihan ini ditujukan untuk membentuk mental dan fisik Polsuska yang menjadi lebih tangguh dan bisa menjawab semua tantangan yang diberikan perusahaan. “Tunjukan bahwa kalian mampu dan siap. Bentuk mental dan pribadi kalian. Manfaatkan kesempatan kalian berlatih disini. Dan ketika kalian keluar dari Pusdiklat Passus ini, kalian harus bisa berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” tutup Herlianto. (PR KAI)