
Kurang Dari Dua Jam Bogor - Sukabumi Ditempuh KA Pangrango
Masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya yang ingin menuju Kota Sukabumi ataupun sebaliknya, saat ini bisa kembali menikmati mudah dan cepatnya menggunakan kereta api (KA), setelah sebelumnya KRD Bumi Geulis yang melayani rute Bogor-Sukabumi pp berhenti beroperasi pada 15 Desember 2012 karena masalah operasional. Selama itu, warga kedua kota ini tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh hingga empat sampai lima jam dikarenakan kemacetan di jalur tersebut. Dengan KA yang diberi nama Pangrango dan diluncurkan pada Sabtu (9/11), masyarakat dua kota ini bisa menempuhnya selama satu setengah jam dengan jarak tempuh sekitar 60 km. Dalam kesempatan peluncuran yang diadakan di Stasiun Bogor Paledang, Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan memberangkatkan secara perdana KA Pangrango menuju Sukabumi.

Meneg BUMN Dahlan Iskan, PLT DirjenKA Budi M S, Anggota DPR Kom VIII Inggrid K dan Walikota Bogor Diani Budiarto menggunting pita peresmian
Pengoperasian KA Pangrango dilakukan untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat yang sudah jenuh dengan kemacetan jalan raya dan juga sebagai tindak lanjut dari harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dijelaskan oleh Dahlan Iskan seusai memberangkatkan KA Pangrago, dari target dua bulan yang diberikan untuk mengaktifasi kembali jalur Bogor - Sukabumi, PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) bisa mengerjakannya selama tiga minggu. "Ini gerak cepat, tiga pekan sudah bisa direalisasikan," tutur Dahlan sekaligus menyapa antrian calon penumpang di Stasiun Bogor Paledang.

PLT DirjenKA Budhi M S memecahkan kendi pada Lokomotif KA Pangrango
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan, menjelaskan ini merupakan reaktifasi jalur kereta Bogor-Sukabumi, dan jika animo masyarakat tinggi, PT KAI akan coba menambah jadwal perjalanan dibanding menambah rangkaian. Dalam sehari, KA Pangrango melayani tiga perjalanan pulang pergi, dengan jadwal dari Sukabumi jam 05.00, 10.10, 15.20 dan dari Bogor pukul 07.35, 12.45, 17.55, dengan tarif tunggal untuk kelas eksekutif Rp. 35.000 dan ekonomi Rp. 15.000.

Meneg BUMN Dahlan Iskan memecahkan kendi pada Lokomotif KA Pangrango
Diakui oleh Jonan, masih ada fasilitas yang kurang, tetapi pihaknya akan terus memperbaiki agar pelayanan lebih baik. Beroperasinya KA Pangrango sudah barang tentu akan mengurangi beban jalan yang sangat padat dan mampu memfasilitasi keinginan masyarakat. "Jika menggunakan bus bisa empat jam sampai Sukabumi, dengan kereta api tentu lebih singkat hanya sekitar satu setengah jam, terang Jonan.
Rencananya, KA Pangrango akan melayani rute Bogor-Sukabumi-Cianjur pp. secara bertahap. Untuk tahap pertama, operasional KA ini hanya melayani rute Bogor-Sukabumi yang saat ini sedang diresmikan peluncurannya. Selanjutnya, rute Sukabumi-Cianjur pp. rencananya akan mulai dilayani pada Januari 2014. Hal ini karena jalur Sukabumi-Cianjur saat ini sedang dalam proses pekerjaan untuk meningkatkan kualitas infrastrukturnya.

Meneg BUMN Dahlan Iskan memberikan Semboyan 40 guna memberangkatkan KA Pangrango
KA ini akan menggunakan lokomotif CC204 dengan rangkaian yang terdiri dari 1 (satu) kereta eksekutif, 3 (tiga) kereta ekonomi AC, dan 1 (satu) kereta pembangkit dengan kapasitas angkut sebanyak 368 penumpang, dengan rincian 50 penumpang di 1 (satu) kereta eksekutif dan 318 penumpang di 3 (tiga) kereta ekonomi AC. PT. KAI akan menerapkan aturan kapasitas 100% penumpang di KA ini, sehingga setiap penumpang akan mendapatkan tempat duduk. Peraturan larangan merokok dan bebas pedagang asongan juga akan diterapkan di KA ini sehingga penumpang akan merasa nyaman dalam perjalanannya. (Humaska)