
Peluncuran Perdana KA Penataran Ekspres
Tepat pada hari Jumat (1/11) di Stasiun Surabaya Gubeng, PT KAI Daop 8 Surabaya meluncurkan Kereta Api Penataran Ekspres Malang - Surabaya PP, dengan rangkaian 6 kereta ekonomi AC dan 1 kereta makan. Kapasitas angkut KA Penataran Ekspres kurang lebih 600 penumpang. Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi memberangkatkan perdana KA Penataran Ekspres tujuan Malang pada pukul 17.45 dari Stasiun Surabaya Gubeng. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI, Rono Pradipto dan jajaran manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya.

Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito (kiri) bersama Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi (kanan) saat meresmikan KA Penataran Ekspres di Stasiun Surabaya Gubeng
Direktur Komersial mengatakan, KA Penataran Ekspres ini melayani 6 perjalanan dari Malang - Surabaya Pulang Pergi. “Pagi hari, siang hari, dan sore hari yang diharapkan benar-benar bisa mengakomodir masyarakat dalam menggunakan transportasi Kereta Api khususnya Kota Surabaya dan Malang,” paparnya. KA Penataran Ekspres hanya akan berhenti di Stasiun Wonokromo, Waru, Sidoarjo, Lawang dan sebaliknya. Dalam masa promosi KA Penataran Ekspres di patok tarif Rp 20.000 sekali jalan.

Kadishub Jatim, Wahid Wahyudi (kanan), didampingi oleh Direktur Komersial PT KAI (tengah) saat mengecek fasilitas didalam KA Penataran Ekspres yang memiliki kelas Ekonomi AC
Wahid Wahyudi mengungkapkan, peluncuran KA tersebut sangat berguna untuk mengurai kemacetan jalur Surabaya-Malang. “Saya rasa KA ini nyaman. Penumpang juga tidak perlu khawatir baterai handphone habis karena ada colokan listrik,” ujarnya. Menurutnya, di Jawa Timur jalur tersebut paling padat. Hal itu dilihat dari visi rasio kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Hasilnya mencapai 0,98 persen. “Ini sudah mendekati kemacetan yang parah sehingga kini tidak mungkin Surabaya-Malang ditempuh dua jam,” tutupnya. (Humaska)