
117 Personel Polsuska Berhak Gunakan Baret Oranye
Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero)kembali menggembleng anggotanya menjadi lebih tangguh dan profesional dalam Orange Railway Police (ORP). 117 personel Polsuska yang telah lulus dalam ORP angkatan ke-5, berhak menggunakan baret oranye, baret kebanggaan Polsuska. Sebenarnya, dalam pelatihan yang diadakan di Bumi Brigade Infanteri Marinir-2, Cilandak, Jakarta selama satu minggu penuh yang dimulai sejak Rabu (23/10) hingga selesai pada Rabu (30/10), terdapat 120 personel Polsuska yang mengikuti. Namun, tiga orang Polsuska tidak dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan yang dilatih langsung oleh anggota Korps Marinir TNI-AL.

D5 memasangkan baret orange kepada Anggota Polsuska
Dengan materi pelatihan yang hampir serupa seperti Marinir TNI-AL yang diantaranya survival di laut, renang laut, mounteneering, bela dirimiliter, leadership, penanggulangan massa, pengetahuan kesehatan lapangan, pengenalan senjata ringan, dan sebagainya, diharapkan semua anggota ORP menjadi semakin disiplin dan profesional. Seperti yang dijelaskan oleh Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Rono Pradipto, pelatihan ini merupakan sebuah awal perubahan paradigma bahwa ORP salah satu tugas pokoknya membantu Kepolisian. Tetapi pada pelatihan, dibina oleh Marinir TNI-AL. "Tentu akan membawa karakter yang sangat berbeda bagi mereka. Dan juga memberikan tambahan kemampuan bagi mereka dalam bertugas. Mereka harus bisa menempatkan diri ketika bertugas yang membantu Kepolisian. Tetapi dalam jati diri, mereka harus tangguh layaknya seorang Marinir," terang Rono.

117 Anggota Polsuska telah lulus ORP Angkatan 5
Diakui oleh Rono, pelatihan kali ini sangat berbeda dibandingkan ORP angkatan sebelumnya. Dikarenakan sangat menguras fisik dan mental dari tiap peserta. Terutama bagi peserta yang belum pernah mengikuti pelatihan semacam ini. Pihaknya menekankan, pelatihan yang dilakukan bekerjasama dengan Marinir TNI-AL, mutlak dibutuhkan. Karena setiap anggota ORP ataupun Polsuska memiliki tanggung jawab yang sangat berat, terutama yang berkaitan dengan pengamanan dan ketertiban pengguna jasa kereta api (KA) serta objek vital baik itu Stasiun maupun aset milik PT. KAI.

Materi dari instruktur beladiri militer didapatkan oleh peserta pembaretan

Peserta bertarung full body contact mengaplikasikan beladiri militer
"Setelah mereka selesai pelatihan ini, mereka dikembalikan ke daerah masing-masing, tetapi bukan untuk berlibur. Melainkan untuk menyelesaikan tugas penertiban penumpang gelap, penertiban asongan dan sebagainya," jelas Rono. Lebih lanjut, Rono menjelaskan, anggota Polsuska yang mengikuti kegiatan ini, sebelumnya telah diseleksi di masing-masing daerah. Sehingga mereka yang datang ke Bumi Marinir, merupakan orang-orang terpilih. (Humaska)