Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Pesta Seni Warnai 140 Tahun Stasiun Ambarawa

Pesta Seni Warnai 140 Tahun Stasiun Ambarawa

Berita
2 Oktober 2013
by Administrator

Hentakan gendang dan alunan gamelan mengiringi gagahnya gerakan penari kuda lumping yang berpakaian layaknya prajurit. Di sudut lain, banyak anak-anak yang sedang asyiknya menggambar dan mewarnai. Sedangkan, ada juga fotografer yang mengambil gambar para model berbalut baju batik khas Jawa Tengah di sisi lain bangunan peninggalan Kolonial Belanda itu. Yak, inilah sebagian rangkaian acara memperingati 140 tahun Stasiun Ambarawa berdiri, atau pada zaman Kolonial Belanda dikenal dengan Stasiun Willem I. Peringatan ini dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, bertujuan untuk mengingat kembali bahwa pernah ada peradaban di masa lalu yang berhubungan dengan Stasiun Ambarawa.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prop Jateng disertai VP Daop 4 dan EVP Pelestarian Benda Bersejarah, Liela Ubaidi membuka acara 140 tahun Stasiun Ambarawa.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prop Jateng disertai VP Daop 4 dan EVP Pelestarian Benda Bersejarah, Liela Ubaidi membuka acara 140 tahun Stasiun Ambarawa.

Dengan mengusung tema "Trains Costumes Party", seluruh rangkaian acara dipusatkan langsung di Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah, Minggu (29/9). Dan para tamu undangan yang hadir pun diwajibkan menggunakan pakaian tempo dulu, dimana sebelumnya mereka menikmati perjalanan kereta api (KA) uap dari Stasiun Tuntang menuju Stasiun Ambarawa. Acara ini, sekaligus memperingati hari ulang tahun kereta api yang ke-68 dan 150 tahun perkeretaapian di Indonesia.

Seperti yang dijelaskan oleh Vice President (VP) Daop 4 Semarang, Totok Suryono, Stasiun Ambarawa merupakan salah satu peninggalan kolonial di Indonesia, yang saat ini dijadikan salah satu kawasan wisata dan museum kereta api. "Di Stasiun dan Museum kereta api Ambarawa ini, menyimpan beberapa lokomotif uap yang pernah beroperas di Indonesia. Dan juga masih mengoperasikan lokomotif uap bergerigi yang ada di Indonesia. Bahkan di Dunia, hanya ada tiga Negara yang masih mengoperasikan lokomotif uap bergerigi. Indonesia, ya di Ambarawa sini, India dan Swiss," tutur Totok.

Para manajer Daop 4 Semarang pun turut serta memeriahkan gelaran acara 140 tahun Stasiun Ambarawa

Para manajer Daop 4 Semarang pun turut serta memeriahkan gelaran acara 140 tahun Stasiun Ambarawa

Totok yang juga sebagai ketua pelaksana kegiatan ini, juga menjelaskan, acara 140 tahun Stasiun Ambarawa, dimaksudkan untuk menunjang promosi wisata Indonesia yang sejalan dengan branding pariwisata "Wonderful Indonesia" dan mendukung program Pemerintah Jawa Tengah dalam "Visit Jawa Tengah 2013". Selain itu, ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak usia dini untuk mengenal dan mencintai kereta api serta wisata dalam negeri. "Dalam acara ini juga terdapat bazar kuliner tempo dulu yang berfokus pada makanan yang pernah ada dari budaya Jawa-Belanda pada masa lalu. Setiap tenda makanan akan menyajikan satu menu makanan yang telah dipilih. Tamu undangan diperbolehkan memilih makan dan minum secara gratis," tutup Totok. (Humaska)

Bagikan ke: