
Dirut PT KAI Berbagi Gaya Kepemimpinan di UGM
Selama kurang lebih 4 tahun masa kepemimpinan Ignasius Jonan dalam merubah kinerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin mendapat apresiasi dari masyarakat luas. Berbagai kebijakan dan keputusan yang dia (Jonan) buat menjadikan apa yang dulu tidak mungkin dikerjakan oleh PT KAI sekarang menjadi kenyataan. Banyak hambatan, tantangan serta peristiwa tidak mengenakkan dia alami selama memimpin PT KAI. “Untuk menjadi pemimpin, seorang pemimpin itu harus bisa melepaskan segala konflik kepentingan dan kebutuhan pribadi dalam menjalankan tugasnya,” kata Jonan dalam Seminar Nasional dengan tema Authentic Leadership dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58 Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gajah Mada (FEB UGM) Yogyakarta, Selasa (17/9).

Dirut PT KAI, Ignasius Jonan (kanan) menerima cinderamata dari Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis UGM Prof. Wihana Kirana (tengah)
Dalam paparannya di hadapan 500 Civitas Akademika UGM, Jonan menceritakan usahanya dalam merubah budaya perusahaan dari yang birokratif menjadi korporatif, dari product oriented menjadi customer oriented. “Budaya ini yang pertama saya rubah, karena organisasi yang tidak bisa memenuhi aspirasi atau keinginan dari pelanggan, pasti habis,” papar Jonan.

Dari kiri ke kanan Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, Direktur Indonesia Mengajar, Anis Baswedan, Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Yusuf Kalla menjadi pembicara dalam seminar di UGM
Selain Ignasius Jonan, seminar nasional yang diadakan di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo itu juga menghadirkan pembicara antara lain, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Yusuf Kalla dan Direktur Indonesia Mengajar, Anis Baswedan. (Humaska).