Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
LRT Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi

LRT Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi

Berita
1 Agustus 2018
by Administrator

Operasi Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, yang merupakan pertama kali di Indonesia, telah dimulai pada pukul 06.56 hari Rabu (1/8) dari Stasiun Bandara SMB II. Tarif yang diberlakukan adalah Rp5.000 untuk perjalanan ke berbagai stasiun dan Rp10.000 jika dari dan menuju stasiun Bandara. Pada tahap awal operasi LRT Sumsel ini melayani 17 perjalanan dengan 2 rangkaian LRT.

LRT Sumsel memiliki panjang jalur 23,4 km, melewati total 13 stasiun. Saat ini baru terdapat 6 stasiun yang sudah siap beroperasi, yaitu stasiun Bandara SMB II, Bumi Sriwijaya, Cinde, Ampera, Jakabaring, dan DJKA. Nantinya, LRT Sumsel akan berhenti selama 30 detik di setiap stasiun untuk menaikkan dan menurunkan penumpangnya.  Rencananya pada saat Asian Games 2018 digelar akan ada 11 stasiun yang dapat melayani naik dan turun penumpang. Pada saat Asian Games jumlah trainset yang akan dioperasikan juga akan ditambah menjadi 6 trainset. Begitupun dengan jam operasionalnya menjadi pukul 04.00-23.00 WIB dari sebelumnya pukul 06.56-18.29 WIB.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Dirjenka Zulfikri mencoba LRT Sumatera Selatan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Dirjenka Zulfikri mencoba LRT Sumatera Selatan

Pengoperasian LRT Sumsel ini juga turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro beserta jajaran dari Kemenhub dan KAI lainnya. Rombongan melakukan peninjauan stasiun LRT Sumsel serta melakukan perjalanan menggunakan LRT Sumsel. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesiapan operasional LRT Sumsel. Edi Sukmoro juga melakukan peninjauan fasilitas SPM serta fasilitas pendukung lainnya yang ada di stasiun-stasiun LRT guna mendukung pelaksanaan kegiatan Asian Games 2018 agar berjalan lancar dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Antusias masyarakat juga sangat terlihat jelas dengan beroperasinya LRT Sumsel ini. Bahkan, beberapa masyarakat menyempatkan diri untuk berfoto dan swafoto baik di dalam stasiun maupun di dalam kereta LRT. Salah satu penumpang, Fajri (31) mengaku sengaja datang ke Stasiun Bumi Sriwijaya dari Perumnas Palembang untuk mencoba naik LRT pertama di Indonesia ini. "Rencananya saya ingin ke Jakabaring dan nanti akan balik lagi ke sini," katanya. Menurutnya, saat menaiki LRT ini tidak ada bedanya dengan LRT di luar negeri. Seperti kenyamanannya, fasilitas yang diberikan dan lain sebagainya. Hanya saja kecepatan LRT Palembang tergolong lambat. Keretanya juga masih sedikit serta jalur kereta masih minim hanya satu jalur. Tentunya berbeda dengan LRT di luar negeri. "Tapi, ini sudah tergolong baik terlebih lagi murah biayanya," singkat Fajri.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba sistem tiket LRT Sumatera Selatan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencoba sistem tiket LRT Sumatera Selatan

Menurut Pengamat Transportasi Perkotaan Yayat Supriyatna, Secara tidak langsung dengan adanya LRT Palembang, Kota Pempek sudah menjadi kembaran Kota Jakarta. "LRT ini bikin branding kota naik, kebanggaan kotanya juga naik. Tapi yang paling penting dari semua itu, LRT ini adalah struktur yang membangun kultur. Dengan LRT kebiasaan masyarakat juga akan berubah. Kalau dulu naik angkot masih merokok dengan LRT tentu tidak lagi," ujarnya.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro memastikan kesiapan stasiun LRT
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro memastikan kesiapan stasiun LRT

Budi menjelaskan bahwa pembangunan transportasi massal yang modern ini sesuai dengan arahan Presiden RI Jokowi yang ingin memberikan layanan maksimal kepada rakyat Indonesia utamanya Sumsel Palembang.  "Kalau bicara soal LRT, pak Presiden selalu bicara berilah kebahagiaan pada masyarakat dan layanan," ujarnya. Budi Karya mengingatkan bahwa LRT Sumsel harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Sumatera Selatan. “(LRT)Ini harus menjadi life style seperti kita pakai gadget. Dan kita juga harus bangga karena 80% ini karya anak bangsa," tambahnya. (Public Relations KAI)

Bagikan ke: