Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Direktur Operasi PT KAI : "Tingkatkan Kewaspadaan"

Direktur Operasi PT KAI : "Tingkatkan Kewaspadaan"

Berita
25 Juli 2013
by Administrator

Masa angkutan lebaran 2013, diperkirakan akan ada 1.8 juta pemudik yang menggunakan kereta api (KA). Peningkatan frekuensi perjalanan kereta api (KA) dalam masa angkutan lebaran meningkat dengan adanya penambahan 40 KA Tambahan Lebaran. Belum lagi dengan beroperasinya KA-KA angkutan barang yang akan berjalan, dimana pada angkutan lebaran tahun-tahun sebelumnya KA ini tidak berjalan. Dengan adanya penambahan perjalanan KA ini, tentu harus sebanding dengan peningkatan pengawasan yang dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran KA. Direktur Operasi PT KAI, A. Herlianto, secara tegas meminta kepada para Pengawas Seksi (Wasi) Operasi dan Wasi Operasional Sarana serta Kepala Pusat Pengendali Operasi KA (Kapusdalopka) untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di masing-masing wilayah, serta koordinasi antar wilayah.

"Fungsi pengawasan sangat strategis dan sangat menentukan. Keberadaan anda sebagai pengawas juga untuk menegakan kebijakan direksi dan aturan. Tegakan aturan, siapa pun itu. Dan Wasi jangan memberikan instruksi yang salah," ujar Herlianto dalam acara pembinaan pada Wasiop, Wasiopsar dan Kapusdalopka seluruh Jawa yang diadakan di Hotel Artha Puri, Yogyakarta, Rabu (25/7). Ditambahkan oleh Herlianto, untuk menekan terjadinya kejadian kecelakaan KA harus dilakukan perubahan yang terus lebih baik, dan jangan menganggap sepele terhadap peraturan-peraturan dinas yang ada. "

Direktur Operasi PT KAI, A. Herlianto (kiri) memberikan pembinaan pada para wasiop-wasiopsar-dan kapusdalop dalam menghadapi angkutan Lebaran 2013 (24/7)

Direktur Operasi PT KAI, A. Herlianto (kiri) memberikan pembinaan pada para wasiop-wasiopsar-dan kapusdalop dalam menghadapi angkutan Lebaran 2013 (24/7)

No go item harus lengkap, Pusdalopka juga harus turut mengawasi. Wasi dan Kapusdal saling mengawasi. Jangan sampai ada terjadi lokomotif yang berdinas tanpa dilengkapi radio atau dead man pedal," ujar Herlianto.

Ia pun mengingatkan, agar para Wasi dan Kapusdalopka untuk berusaha mengurangi kelambatan perjalanan KA yang selalu memprioritaskan keselamatan. Serta memantau daerah yang rawan dan menempatkan orang untuk turut mengawasi. "Pembinaan yang baik, bisa menghilangkan kecelakaan yang diakibatkan oleh SDM, karena bisa lebih mengerti fungsi dan tugasnya masing-masing," tegas Herlianto.

Pusat pengendali operasi kereta api juga memegang peranan dalam pengawasan kelancaran perjalanan KA

Pusat pengendali operasi kereta api juga memegang peranan dalam pengawasan kelancaran perjalanan KA

"Pekerjaan operasional itu mudah itu dilihat, pantau daerah rawan, dan tempatkan orang disitu. Gunakan rencana operasi di wilayahnya. Mulai dari keamanan, alat material untuk siaga, sampai pada jumlahnya harus dikuasai," jelas Herlianto. Ia pun meminta untuk saling mengetahui titik lemah dari wilayahnya masing-masing. Juga menambah jumlah penjaga pintu perlintasan yang ramai digunakan untuk jalur utama pemudik. Dan ia pun tidak akan segan-segan untuk menghukum personelnya yang ketahuan menyalahi prosedur dan aturan yang ada dengan hukuman yang berat. "Masinis yang ketahuan main hp, akan saya grounded seumur hidup. Adakanlah perubahan, operasional harus berdasar peraturan disamping butuhnya kepemimpinan dan ketegasan," tutup Herlianto. (Humaska)

Bagikan ke: