
Jokowi: LRT Bangun Budaya dan Peradaban Baru
Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan ke Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (13/7). Tujuan dari kunjungan Presiden RI kali ini adalah untuk meninjau perkembangan LRT Sumatera Selatan. Kunjungan Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Direktur Operasi KAI Slamet Suseno Priyanto dan jajaran KAI lainnya.
Jokowi melihat langsung kesiapan operasional LRT Sumatera Selatan guna mendukung kelancaran acara pesta olahraga terbesar di Asia yaitu Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Presiden menilai hasil karya anak bangsa sudah dapat bersaing dengan produk yang ada di negara-negara maju di Eropa dan Amerika. “Ini sudah membuktikan bahwa kereta ringan LRT palembang ini memang lebih dari 90% dibuat oleh putra-putri terbaik Indonesia, baik keretanya baik konstruksinya. Hanya mesin saja, mesin keretanya yang memang masih harus membeli dari Bombardier Jerman,” kata Jokowi.

Presiden RI Joko Widodo meninjau LRT Sumatera Selatan
Jokowi berharap semoga dengan pengoperasian LRT Sumatera Selatan ini dapat mendukung suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang khususnya mengantarkan para atlet Asian Games menuju lokasi pertandingan. Selain itu juga dapat mengurangi kepadatan arus lalu lintas guna mendukung kelancaran transportasi di kota Palembang serta sebagai moda dalam memenuhi tersedianya transportasi publik yang massal, aman dan nyaman.
Jokowi menegaskan bahwa LRT ini membangun peradaban dan budaya baru, budaya tepat waktu, budaya antre, budaya disiplin. “Kita budayakan tranportasi aman dan nyaman," ujar Jokowi. Jokowi mengatakan bahwa LRT rencananya akan dibangun di 3 kota besar lain yaitu Surabaya, Medan, dan Bandung. “Saya ingin agar kereta ringan LRT Palembang ini nanti bisa dijadikan contoh kota-kota besar di Indonesia yang saya kira sudah mulai padat, mulai macet, mulai membutuhkan transportasi massal yang kita harapkan nanti,” ujarnya.

Presiden RI Joko Widodo melihat interior dari saran LRT Sumatera Selatan | Foto Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Proyek LRT Sumatera Selatan ini juga merupakan bentuk sinergi 3 (tiga) BUMN antara PT Waskita (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang meliputi pengoperasian LRT dan jalurnya, dan PT Len Industri (Persero) yang meliputi sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, kelistrikan gardu atau substation, signal on depot, dan prasarana untuk tiket elektronik.
Pembangunan LRT Sumatera Selatan dimulai sejak 2015. LRT Sumatera Selatan membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin sampai dengan Komplek Olahraga Jakabaring sepanjang 23,40 kilometer dan melintasi Sungai Musi dengan bentang sungai 435 meter. Dengan alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN sebesar Rp10,9 triliun, LRT Sumatera Selatan dibangun dengan konsep konstruksi elevated track (jalur layang).
LRT Sumatera Selatan ini memiliki 4 rute yang trasenya sudah direncanakan dan disiapkan. Kepala Negara juga berharap LRT ini menjadi contoh bagi kota-kota besar lain di Indonesia. Sepanjang jalur LRT, terdapat 13 stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Punti Kayu, Stasiun RSUD, Stasiun Garuda Dempo, Stasiun Demang, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Dishub, Stasiun Cinde, Stasiun Ampera, Stasiun Polresta, Stasiun Jakabaring, dan Stasiun DJKA. (Public Relations KAI)