Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Tahun ini, Ditargetkan 1200 Pegawai PT. KAI Berangkat Ke Luar Negeri

Tahun ini, Ditargetkan 1200 Pegawai PT. KAI Berangkat Ke Luar Negeri

Berita
18 Maret 2013
by Administrator

Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Ignasius Jonan, tahun ini menargetkan akan memberangkatkan 1200 pegawai PT. KAI ke luar negeri. Hal ini diungkapkannya ketika melepas keberangkatan 91 peserta studi banding pegawai PT. KAI melihat perkeretaapian di China gelombang ke enam. "Target saya, sampai akhir tahun ini, ada 1200 orang kereta api itu pernah lihat di luar Indonesia, supaya ada wawasan yang cukup," tutur Jonan di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Sabtu (16/3).

Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan (kiri) melepas salah seorang pegawai PT. KAI dari Divisi Regional 1 Medan untuk mengikuti Studi Banding Perkeretaapian ke China

Direktur Utama PT. KAI, Ignasius Jonan (kiri) melepas salah seorang pegawai PT. KAI dari Divisi Regional 1 Medan untuk mengikuti Studi Banding Perkeretaapian ke China

Dari seluruh pegawai PT. KAI yang berjumlah lebih dari 27.000 orang, 1.200 orang yang dikirim ke luar negeri tahun ini bisa menularkan dan berbagi pengalaman tentang perkeretaapian. Menurut Jonan, hingga saat ini, sudah ada 700 pegawai PT. KAI yang sudah diberangkatkan keluar negeri. Dan program-program ini akan terus digiatkan, guna memberikan pengalaman langsung kepada pegawai PT. KAI terhadap perkembangan perkeretaapian di negara-negara lain dan segera diterapkan di Indonesia. "Nanti 23 Maret ada rombongan lagi, April ada 2 rombongan lagi, dan Juni," tambah Jonan.

Jonan bercerita, mengapa China yang dipilih menjadi tempat pelatihan selama lima hari ini, terlebih karena perkembangan pesat perkeretaapian negara Tirai Bambu tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Tahun 1980an, perkeretaapian China dan Indonesia tidak jauh berbeda, namun saat ini, perkeretaapian China sangat maju pesat. "Kenapa China dipilih? perkeretaapian di sana maju sekali. Sampai era tahun 80-an pekeretaapiannya sama dengan kita, tapi kalau sekarang China maju sekali," terang Jonan. (Humaska)

Bagikan ke: