Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Terowongan KA Aktif Terpanjang

Terowongan KA Aktif Terpanjang

Non-Stasiun
2 Juli 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Terowongan Sasaksaat berada di Kampung Sasaksaat, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Terowongan yang membelah Perbukitan Cidepong ini terletak di antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat di km 143+144. Sampai saat ini, Terowongan Sasaksaat dengan panjang 949 meter merupakan terowongan aktif terpanjang.

Terowongan Sasaksaat dibangun pada kurun waktu 1902-1903 oleh perusahaan kereta api negara, Staatssporwegen (SS). Pembangunan terowongan ini masuk ke dalam proyek pembangunan jalur kereta api Purwakarata-Padalarang berdasarkan Undang-undang 29 Desember 1900 Stablad nomor 8.

Ada hal yang menarik dari pembangunan Terowongan Sasaksaat. Sebelum proyek berlangsung, diadakan upacara pemberian sesajen secara tradisional. Kegiatan ini bertujuan meminta keselamatan agar selama proses pembangunan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada saat itu masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa gunung yang akan dibolongi guna dijadikan terowongan merupakan tempat angker, terdapat makhluk yang menguasainya.

Pekerjaan pembangunan dipercayakan kepada pemborong dari Eropa, mengingat teknologi yang digunakan menggunakan teknologi tinggi dari Belgia. Selain sebagai pemborong, orang Eropa juga bekerja sebagai kepala cabang, mandor pekerja, dan teknisi. Sedangkan orang Cina dan pribumi bekerja sebagai kuli.

Adapun teknis pembangunan Terowongan Sasaksaat dilakukan dengan cara menggali tanah secara bersamaan pada setiap sisi utara dan selatan mulut terowongan. Selama proses penggalian mulut terowongan tak jarang ditemukan batuan cadas. Untuk menghancurkannya dilakukan pengeboran menggunakan tangan. Penggunaan bahan peledak dinamit dan bor mesin tidak dilakukan karena getarannya terlalu tinggi. Menghindari resiko tinggi lapisan atas terowongan bergetar yang dapat memicu terjadinya longsor.

Guna mempercepat pekerjaan, pembangunan dilaksanakan siang dan malam. Para pekerja menggunakan lampu yang digerakan dari dinamo sebagai penerangan. Pada 2 Mei 1906 Terowongan Sasaksaat dibuka untuk umum bersamaan peresmian jalur kereta api Purwakarta-Padalarang.

Pada awal pengoperasiannya, Terowongan Sasaksaat digunakan sebagai sarana penumpang serta pengangkutan komoditas ekspor seperti gula, kopi, indigo di Priangan serta pengangkutan hasil pertanian sehari-hari. Hasil komoditas tersebut dibawa ke pelabuhan di Batavia (Jakarta) untuk selanjutnya dikapalkan ke Eropa. Saat ini, terowongan yang berada di bawah Daerah Operasi II Bandung itu dilewati oleh kereta api jarak jauh yang melayani kereta api jurusan Jakarta-Bandung dan kereta api ke arah Purwokerto.

Potret para pekerja ketika proses Terowongan Sasaksaat, tampak orang Eropa dan pribumi. (Sumber: Tropenmuseum TM-ALB-1955-17)

Para pekerja tengah berfoto di salah satu mulut terowongan tahun 1903. (Sumber: Tropenmuseum TM-ALB-1955-18)

Suasana persemian Teowongan Sasaksaat. (Sumber: Tropenmuseum TM-ALB-1955-15)

Sumber:

  • Data Aset Prasarana PT KAI, Edisi Januari 2018

  • Melintasi Pegunungan, Pedataran, Hingga Rawa-Rawa: Pembangunan Jalan Kereta Api di Priangan 1878-1924

  • Sekilas 125 Tahun Kereta Api Kita 1867-1992

Bagikan ke: