Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Kantor DAOP 4 Semarang

Kantor DAOP 4 Semarang

Non-Stasiun
2 Juli 2026
by RIZKYA SELLY ANGGRAENY

Semarang dapat dikatakan sebagai kota kereta api. Di kota inilah jaringan kereta api pertama di Indonesia yang menghubungkan Semarang-Vorstenlanden (Surakarta-Yogyakarta) dibangun tahun 1864. Pembangunan dilakukan oleh perusahaan swasta Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Kota Semarang pun turut dilalui jalur trem yang dibangun oleh Semarang-Joana Stoomtram Maatschapij (SJS). Jalur trem tersebut melintas mulai dari Pedrikan-Jalan Pemuda-Jurnatan-Jalan MT Haryono-Jomblang.

Pada akhir abad ke-19, empat perusahaan trem swasta bekerja sama membentuk sebuah “sister company” yang berkantor di Semarang. Keempat perusahaan tersebut yakni SJS, Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) dan Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS).

Dua dari empat perusahaan tersebut mengusahakan jalur trem yang melalui Semarang, yakni SJS dan SCS (mengoperasikan jalur trem dari Cirebon sampai ke Semarang). Sementara itu OJS membangun jaringan trem di wilayah Jawa Timur, sedangkan SDS membuka jaringan di Karesidenan Banyumas.

Keempat “sister company” tersebut menempati kantor bersama yaitu Kantor Zustermaachappijen yang berlokasi di daerah Sekayu (sekarang Jalan M.H Thamrin). Kantor ini mempunyai halaman yang luas. Namun halaman tersebut kemudian dijual kepada Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) Kantor Semarang (kini sekitar Kantor Pertamina).

Lokasi Kantor Zustermaachappijen ditandai lingkaran berwarna merah, peta tahun 1935. (Sumber: Maps.library.leiden.edu)

Sekitar tahun 1928 dilakukan renovasi Kantor Zustermaachappijen. Tidak tanggung-tanggung, desain renovasi dikerjakan oleh arsitektur kenamaan pada saat itu, Ir. Thomas Karsten melalui Kantor Karsten en Schouten yang berada di Semarang.

Karsten merancang bangunan baru dengan menggunakan pintu yang besar dan tinggi. Pada eksterior bangunan terdapat selasar yang mengelingingi bangunan dengan atap beton datar dan tiang beton sebagai penopang. Bangunan menggunakan model atap perisai, di bagian puncak bangunan terdapat ventilasi dengan kanopi kantiliver.

Di bangunan tengah dibuat ruangan besar yang digunakan sebagai ruang kerja bagi karyawan dengan tiga akses pintu untuk keluar-masuk. Jendela dan pintu baj didatangkan oleh supplier de Vries Robbe. Pemasangannya dilakukan dengan cara dibor secara hati-hati. 

Hal yang menarik dari pembangunan gedung baru tersebut adalah pengerjaanya dilakukan dengan waktu singkat. Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak krisis ekonomi malaise pada akhir tahun 1930, dikhawatirkan pembangunan gedung tidak rampung.

Bangunan Kantor Zustermaachappijen baru yang dirancang Ir. Thomas Karsten. (Sumber: Koleksi Statius Muller)

Pintu masuk kantor yang terdapat nama keempat “sister company” yakni SJS, OJS, SDS, dan SCS. (Sumber: Koleksi Statius Muller)

Ruang kerja pegawai yang berada di tengah bangunan. 

(Sumber: Koleksi Statius Muller)

Paska pengambil alihan Kantor NISM (Gedung Lawang Sewu) dari tangan Jepang pada September 1945, Lawang Sewu dijadikan Kantor Eksploitasi Tengah Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI). Namun tidak berselang lama, Lawang Sewu kembali dikuasai oleh pasukan Belanda sehingga Kantor Eksploitasi Tengah pun dipindah ke bekas Kantor Zustermaachappijen.

Pada tahun 1960 diresmikan bangunan tambahan di belakang bangunan utama. Perencanaan dilakukan oleh PTTN Soewarno. Bangunan tambahan tersebut merupakan kerja sama antara Eksploitasi Tengah dan Pemborong Djiet Hwa.

Kantor bangunan Daerah Operasi 4 Semarang yang beralamat di Jl. M.H. Thamrin Nomor 3 Semarang masih dipertahankan keasliannya. Elemen fasad bangunan pun masih asli. Bahkan tiang bendera di depan kantor masih terlihat seperti aslinya saat pertama kali diresmikan.

Suasana Kantor Daerah Operasi 4 Semarang tahun 2018. (Sumber: Humas Daop 4)

Sumber: 

  • Indischeliterairewandelingen.nl

  • Local Techniek, 7-2, 54, 58-63

  • Maps.library.leiden.edu

Bagikan ke: