
Weekend? Rasakan Hangatnya Jamu Tradisional di Stasiun Pasarnguter
Kalau sedang mencari destinasi akhir pekan yang berbeda dari biasanya, Nguter di Kabupaten Sukoharjo bisa jadi pilihan yang menarik. Kawasan yang dikenal sebagai sentra jamu tradisional ini menawarkan pengalaman khas pedesaan dengan aroma rempah yang menenangkan, pasar tradisional yang ramai, hingga cerita panjang tentang para perajin jamu yang telah menjaga warisan budaya secara turun-temurun.
Perjalanan menuju pengalaman tersebut pun semakin praktis berkat hadirnya Stasiun Pasarnguter. Meski berukuran kecil, stasiun ini menjadi pintu masuk utama menuju Pasar Jamu Nguter, salah satu sentra perdagangan jamu, tanaman herbal, dan empon-empon terbesar di Indonesia.
Setibanya di Stasiun Pasarnguter, pelanggan hanya perlu melanjutkan perjalanan singkat untuk menikmati suasana Pasar Jamu Nguter. Di sini, pengunjung dapat mencicipi segelas jamu tradisional yang diracik langsung, menyaksikan aktivitas para pedagang, hingga mengenal lebih dekat bagaimana pengetahuan tentang tanaman herbal terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Nguter memang memiliki hubungan yang erat dengan budaya jamu. Banyak perajin hingga penjual jamu gendong berasal dari kawasan ini sebelum menyebarkan racikan tradisional Jawa ke berbagai daerah di Indonesia. Dari botol-botol jamu, bakul dagangan, hingga rempah yang diolah setiap hari, tersimpan kisah tentang semangat masyarakat, ekonomi keluarga, dan peran perempuan dalam menjaga tradisi yang tetap hidup hingga kini.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Pasarnguter memiliki nilai strategis karena berada di tengah kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus destinasi budaya masyarakat.
Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter. Di sekitar stasiun, ada pasar jamu, perajin, pedagang, keluarga, dan wisatawan yang semuanya menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah. KAI ingin layanan kereta api hadir dekat dengan kebutuhan masyarakat seperti ini.
Potensi Nguter juga didukung oleh aktivitas masyarakat yang sangat produktif. Berdasarkan data BPS Kecamatan Nguter Dalam Angka 2025, kawasan ini dihuni oleh 56.015 penduduk, dengan 37.997 jiwa berada pada usia produktif. Kondisi tersebut menjadikan Nguter sebagai wilayah yang aktif dalam sektor perdagangan, pertanian, hingga usaha keluarga.
Sektor pertanian dan tanaman herbal pun menjadi kekuatan utama daerah ini. Produksi cabai rawit tercatat mencapai 1.240 kuintal, produksi kunyit mencapai 287.500 kilogram, sementara produksi mangga mencapai 13.530 kuintal. Potensi tersebut semakin memperkuat posisi Nguter sebagai kawasan yang tumbuh bersama hasil bumi, pasar tradisional, dan komoditas herbal.
Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya terasa luas. Ada pedagang yang lebih mudah bepergian, keluarga yang memiliki pilihan transportasi terjangkau, dan wisatawan yang dapat menjangkau destinasi lokal dengan lebih praktis. Inilah peran kereta api dalam membuka akses ekonomi skala mikro.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana akhir pekan, perjalanan menuju Stasiun Pasarnguter dapat dilakukan menggunakan KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri. Hanya dengan tarif Rp4.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang menghadirkan pemandangan khas Solo, melintasi kawasan Jalan Slamet Riyadi, hingga panorama hijau Sukoharjo sebelum tiba di Nguter dan Wonogiri.
Antusiasme masyarakat terhadap Stasiun Pasarnguter pun terus terlihat. Selama Januari hingga Mei 2026, stasiun ini melayani 3.006 pelanggan, terdiri dari 1.805 pelanggan naik dan 1.201 pelanggan turun. Angka tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Pasarnguter berperan penting sebagai penghubung mobilitas masyarakat, mulai dari pedagang, petani, pelajar, keluarga, hingga wisatawan yang beraktivitas di wilayah Solo, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Keberadaan KA Batara Kresna juga menjadi pilihan transportasi yang ekonomis bagi masyarakat Solo Raya bagian selatan. Layanan ini memudahkan pelanggan menjangkau pusat perdagangan, kawasan pendidikan, hingga berbagai destinasi wisata lokal dengan biaya yang ramah di kantong.
Semakin istimewa, budaya jamu Indonesia juga telah mendapat pengakuan dunia melalui penetapan Jamu Wellness Culture sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2023. Pengakuan tersebut semakin mengukuhkan Nguter sebagai salah satu kawasan yang menyimpan kekayaan budaya sekaligus tradisi herbal yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi KAI, stasiun-stasiun seperti Pasarnguter bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat, budaya, dan potensi ekonomi daerah.
KAI akan terus menjaga layanan di Stasiun Pasarnguter agar tetap aman, nyaman, dan mudah diakses. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk menikmati perjalanan akhir pekan, mengenal potensi daerah, serta mendukung ekonomi warga Sukoharjo.