Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
Naik Kereta ke Blitar Jadi Alternatif Libur Panjang Iduladha 2026

Naik Kereta ke Blitar Jadi Alternatif Libur Panjang Iduladha 2026

27 Mei 2026
by Administrator

Libur panjang Iduladha selalu menghadirkan pola mobilitas yang khas. Sebagian masyarakat memilih pulang ke kampung halaman, sebagian lain memanfaatkan waktu untuk berwisata singkat bersama keluarga. Pada momentum inilah moda transportasi publik dengan kepastian jadwal dan akses antarkota yang luas menjadi pilihan utama masyarakat.

Di antara sejumlah kota tujuan di Jawa Timur, Blitar menjadi salah satu destinasi yang menunjukkan tren perjalanan yang terus tumbuh. Kota yang dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno itu kini semakin mudah dijangkau melalui layanan kereta api lintas Jawa.

Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan, selama Januari hingga April 2026, Stasiun Blitar melayani sebanyak 70.638 pelanggan naik dan 75.761 pelanggan turun. Secara total, terdapat 146.399 pergerakan pelanggan di stasiun tersebut dalam empat bulan pertama tahun ini.

Khusus April 2026, volume pelanggan mencapai 17.497 pelanggan naik dan 17.698 pelanggan turun. Angka tersebut diperkirakan kembali meningkat pada periode libur panjang Iduladha Mei 2026 seiring tingginya minat masyarakat bepergian menggunakan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pola perjalanan masyarakat saat ini menunjukkan kecenderungan meningkatnya minat terhadap perjalanan jarak menengah dan long weekend berbasis transportasi publik.

“Blitar memiliki karakter destinasi yang kuat karena menggabungkan wisata sejarah, budaya, alam, dan kuliner dalam satu kawasan yang relatif mudah dijangkau menggunakan kereta api. Konektivitas ini membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang praktis dengan waktu tempuh yang terukur,” 

Menurut Anne, posisi Stasiun Blitar juga cukup strategis karena dilalui berbagai layanan kereta lintas selatan, tengah, hingga utara Jawa. Kondisi tersebut membuat akses menuju Blitar semakin fleksibel dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, hingga Malang.

Pada lintas selatan Jawa, Stasiun Blitar melayani KA Malabar relasi Bandung–Malang pp serta KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong pp. Sementara pada lintas tengah dan utara Jawa, stasiun ini melayani KA Gajayana, KA Brawijaya, KA Majapahit, KA Matarmaja, KA Brantas, KA Singasari, KA Kertanegara, hingga KA Malioboro Ekspres.

Selain layanan antarkota, mobilitas regional masyarakat juga ditopang melalui layanan Commuter Line Dhoho dan Penataran yang menghubungkan sejumlah kota di wilayah Jawa Timur.

Keterhubungan antardaerah tersebut berpengaruh langsung terhadap pergerakan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Wisatawan yang datang ke Blitar umumnya mengunjungi kawasan historis seperti Makam Bung Karno, Istana Gebang, dan Monumen PETA. Di sisi lain, kawasan wisata alam dan keluarga seperti Pantai Serang, Rambut Monte, Kampung Coklat, hingga Blitar Park turut menjadi magnet perjalanan masyarakat saat akhir pekan maupun musim liburan.

Anne menilai, akses transportasi yang semakin mudah turut mengubah pola perjalanan masyarakat yang kini cenderung lebih spontan dan fleksibel.

“Kereta api kini menjadi bagian dari gaya mobilitas masyarakat modern karena perjalanan dapat direncanakan lebih efisien, nyaman, dan tetap terhubung dengan banyak destinasi. Pada masa libur panjang seperti Iduladha, tren short escape dan perjalanan keluarga biasanya mengalami peningkatan,” 

KAI juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya guna memperoleh pilihan jadwal perjalanan yang lebih leluasa.

VP Corporate Communication KAI

Bagikan ke: