
PSO KAI Bantu Masyarakat Tetap Bepergian dengan Tarif Terjangkau
Perjalanan dengan kereta api punya banyak arti bagi masyarakat. Ada yang menggunakannya untuk bekerja, kuliah, berdagang, mengakses layanan kesehatan, hingga pulang menemui keluarga. Agar kebutuhan mobilitas tersebut tetap bisa dipenuhi dengan biaya yang lebih terjangkau, pemerintah memberikan dukungan melalui skema Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik.
Melalui PSO, pemerintah menugaskan penyelenggaraan layanan kereta api kelas ekonomi dengan tarif yang ditetapkan pemerintah. Dukungan ini memberikan masyarakat pilihan transportasi berbasis rel yang lebih terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PSO menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat dengan latar belakang ekonomi dan tujuan yang beragam.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa manfaat PSO dapat dirasakan melalui kesempatan masyarakat untuk tetap bepergian demi memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Tarif yang terjangkau membantu masyarakat mengatur pengeluaran perjalanan, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, mengakses layanan kesehatan, maupun mengunjungi keluarga.
Manfaat tersebut terlihat dari penggunaan layanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan KA Lokal PSO yang dikelola KAI. Berdasarkan data kinerja komersial periode Januari–September 2026, kedua kelompok layanan tersebut melayani 14.164.401 pelanggan, meningkat sekitar 7,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, sebanyak 13.155.181 pelanggan.
Secara terperinci, KA Jarak Jauh PSO melayani 8.862.107 pelanggan, naik sekitar 4,0 persen dari 8.517.769 pelanggan pada Januari–September 2025. Sementara itu, KA Lokal PSO mencatat 5.302.294 pelanggan, meningkat sekitar 14,3 persen dibandingkan 4.637.412 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Anne, angka tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api ekonomi dengan tarif terjangkau, baik untuk perjalanan antarkota maupun mobilitas regional. Kebutuhan setiap pelanggan pun berbeda. Sebagian menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman atau bepergian demi pekerjaan dan pendidikan, sementara lainnya mengandalkan kereta lokal sebagai bagian dari rutinitas. Ketersediaan layanan ini membantu masyarakat merencanakan perjalanan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Untuk perjalanan jarak jauh, sejumlah kereta ekonomi yang mendapatkan penugasan PSO antara lain KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, KA Bengawan relasi Pasar Senen–Purwosari, KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar, dan KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Ketapang. Selain itu, KA Serayu turut membantu masyarakat menjangkau berbagai kota melalui perjalanan antardaerah.
Beragam relasi tersebut menghubungkan kawasan dengan kebutuhan yang berbeda. Masyarakat dapat memanfaatkan kereta api untuk mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan keluarga, dengan menyesuaikan jadwal dan relasi perjalanan yang tersedia.
Sementara itu, pada layanan lokal, PSO membantu menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas masyarakat. Kereta lokal menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau tempat kerja, pasar, sekolah, serta berbagai layanan publik di wilayah yang dilalui.
Anne menegaskan bahwa manfaat PSO tidak hanya berkaitan dengan keterjangkauan tarif, tetapi juga kesinambungan pelayanan. Dukungan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab operator dalam menjaga kesiapan sarana, keselamatan perjalanan, dan kualitas pelayanan sesuai standar yang berlaku. Karena itu, KAI terus menjalankan penugasan sesuai ketentuan, mengelola operasional, serta melakukan perawatan sarana agar layanan tetap aman, andal, dan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan PSO sendiri merupakan bagian dari kerja sama pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan operator perkeretaapian. Melalui skema ini, kebijakan tarif diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan publik, dengan tetap memperhatikan standar keselamatan dan ketentuan operasional.
Lebih jauh, Anne melihat transportasi publik sebagai salah satu sarana untuk membuka akses masyarakat terhadap berbagai kesempatan. Ketika biaya perjalanan lebih terjangkau, masyarakat memiliki ruang untuk mengatur pengeluaran bagi kebutuhan lainnya, sekaligus tetap terhubung dengan keluarga dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
KAI berharap layanan kereta api dengan dukungan PSO dapat terus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari. Dengan pilihan tarif yang terjangkau dan pelayanan yang tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan, kereta api dapat mendukung masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan meraih berbagai kesempatan.