Pesan tiket perjalananmu kini lebih mudah di KAI.

Pesan Sekarang!
KAI Logo
KAI Angkut 50,7 Juta Ton Barang, Perkuat Distribusi Logistik Nasional

KAI Angkut 50,7 Juta Ton Barang, Perkuat Distribusi Logistik Nasional

Pelayanan
21 Oktober 2026
by Administrator

Distribusi barang menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran kegiatan industri dan perdagangan, mulai dari pengiriman bahan baku ke pabrik hingga penyaluran produk ke gudang dan pusat distribusi. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus melayani pengangkutan berbagai komoditas melalui jaringan kereta api.

Sepanjang Januari–September 2026, KAI mengangkut 50.756.132 ton barang. Volume tersebut terdiri atas 41.607.561 ton batu bara dan 9.148.571 ton komoditas nonbatu bara. Angkutan nonbatu bara meningkat 2,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebanyak 8.912.566 ton, atau bertambah 236.005 ton.

Kinerja tersebut berlangsung di tengah dinamika perdagangan global dan kebutuhan penguatan rantai pasok nasional. Dalam proyeksi Oktober 2026, World Trade Organization (WTO) memperkirakan volume perdagangan barang global tumbuh 3,9 persen sepanjang tahun. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun. Sektor transportasi dan pergudangan turut tumbuh 5,65 persen pada periode tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa layanan angkutan barang berperan dalam mendukung kebutuhan ekonomi di berbagai daerah. Komoditas yang diangkut mencakup bahan baku industri, hasil produksi, serta barang yang dibutuhkan untuk kegiatan perdagangan dan konsumsi masyarakat.

Dari keseluruhan volume angkutan barang KAI, komoditas nonbatu bara menyumbang 18,02 persen. Di dalam kelompok tersebut, angkutan petikemas mencapai 4.438.999 ton atau 48,52 persen dari total angkutan nonbatu bara. Volume petikemas ini meningkat 19,57 persen dibandingkan Januari–September 2025.

Selain petikemas, KAI melayani pengangkutan berbagai komoditas lain, termasuk bahan bakar minyak, semen dan klinker, hasil perkebunan, pupuk, serta barang retail. Setiap komoditas memiliki kebutuhan distribusi yang berbeda, baik dari segi volume, lokasi tujuan, maupun fasilitas penanganan. Keragaman ini menjadi bagian dari layanan logistik yang menyesuaikan kebutuhan pelanggan di sektor industri dan perdagangan.

Anne menyampaikan bahwa kelancaran distribusi tidak hanya bergantung pada perjalanan kereta api, tetapi juga pada keterhubungan dengan terminal, kawasan pergudangan, dan moda transportasi lanjutan. Kerja sama antara pelaku usaha dan pengelola infrastruktur diperlukan agar barang dapat diteruskan dari jaringan rel hingga ke lokasi penerima.

Kemampuan kereta api mengangkut muatan besar dalam satu rangkaian memberikan alternatif bagi pelaku usaha dalam merencanakan distribusi. Sementara itu, transportasi lanjutan tetap dibutuhkan untuk menjangkau lokasi yang berada di luar jaringan rel. Kombinasi tersebut dapat membantu perusahaan menentukan pilihan pengiriman sesuai jenis komoditas, jarak, kapasitas muatan, dan kondisi pada masing-masing jalur distribusi.

Pengembangan angkutan barang berbasis rel juga berkaitan dengan upaya meningkatkan efisiensi logistik dan pemanfaatan energi. Dalam kondisi yang sesuai, pengiriman melalui kereta api dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengangkut barang dalam jumlah besar. Pemilihan moda tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional dan karakteristik setiap rute.

KAI terus mengembangkan kerja sama logistik agar layanan angkutan barang dapat menyesuaikan kebutuhan industri dan perdagangan. Penguatan konektivitas antara jaringan kereta api dan moda transportasi lainnya diharapkan dapat memperluas pilihan distribusi bagi pelaku usaha serta mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagikan ke:

Kami menggunakan cookie

Situs ini menggunakan cookie untuk analitik dan meningkatkan pengalaman Anda. Anda dapat menerima atau menolak penggunaan cookie non-esensial. Pelajari Kebijakan Privasi.