
26 Ribu Perjalanan Terwujud! Kereta Petani Pedagang Rangkasbitung–Merak Terus Jadi Pilihan Masyarakat
Rangkasbitung–Merak. Sejak pertama kali beroperasi pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan, menjadi solusi mobilitas bagi petani, pedagang, hingga masyarakat yang setiap hari mengandalkan kereta api untuk beraktivitas.
Sepanjang Semester I 2026, Kereta Petani Pedagang mencatat 26.074 pelanggan, melanjutkan capaian awal sebanyak 4.115 pelanggan pada bulan pertama operasionalnya di Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan ini semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang praktis, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmennya menghadirkan transportasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan Kereta Petani Pedagang khusus untuk mendukung mobilitas warga yang membawa hasil panen, barang dagangan, maupun perlengkapan usaha dalam perjalanan sehari-hari.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa layanan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat di lintas Rangkasbitung–Merak.
Kereta Petani Pedagang hadir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. Di lintas Rangkasbitung–Merak, banyak pelanggan menggunakan kereta api untuk bekerja, berdagang, membawa hasil bumi, dan menghidupi ekonomi keluarga. KAI ingin perjalanan mereka lebih tertib, nyaman, dan tetap memperhatikan keselamatan.
Menariknya, Kereta Petani Pedagang merupakan hasil modifikasi karya Balai Yasa Surabaya Gubeng. Sarana ini dirancang agar mampu mengakomodasi pelanggan yang membawa barang produktif seperti hasil pertanian, kebutuhan usaha, hingga barang dagangan tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.
Kehadiran layanan ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Petani dapat membawa hasil panen menuju pusat perdagangan dengan lebih mudah, pedagang memiliki akses transportasi yang efisien dan terjangkau, sementara masyarakat sekitar memperoleh pilihan perjalanan yang semakin mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Di balik angka pelanggan, ada cerita tentang warga yang berangkat sejak pagi, membawa hasil kebun, barang dagangan, dan harapan untuk keluarganya. Karena itu, layanan ini kami tempatkan sebagai bagian dari peran kereta api dalam mendukung ekonomi rakyat di daerah.
Selain Kereta Petani Pedagang, lintas Rangkasbitung–Merak juga menjadi jalur andalan bagi layanan KA Lokal Rangkasbitung–Merak yang menghubungkan berbagai wilayah di Banten hingga Stasiun Merak, sebagai akses menuju Pelabuhan Merak dan penyeberangan ke Pulau Sumatra.
Perannya yang strategis membuat KA Lokal menjadi pilihan masyarakat untuk bekerja, sekolah, berdagang, mengakses layanan publik, hingga melanjutkan perjalanan antarpulau.
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini pun terus meningkat. Pada 2023, KA Lokal Rangkasbitung–Merak melayani 3.617.478 pelanggan, naik menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025. Dalam dua tahun terakhir, jumlah pelanggan bertambah 846.020 orang atau tumbuh 23,39 persen.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Selama Januari–Juni 2026, KA Lokal Rangkasbitung–Merak melayani 2.414.115 pelanggan, meningkat 9,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.206.671 pelanggan.
Menurut Anne, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banten.
KAI melihat lintas Rangkasbitung–Merak sebagai jalur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan konektivitas yang kuat. Pertumbuhan pelanggan KA Lokal dan hadirnya Kereta Petani Pedagang memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin menyatu dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Ke depan, KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan layanan KA Lokal dan Kereta Petani Pedagang, KAI berharap dapat terus mendukung mobilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kami berterima kasih kepada pelanggan yang terus menggunakan kereta api secara tertib. KAI akan terus mendengarkan kebutuhan masyarakat agar layanan yang dihadirkan semakin relevan bagi perjalanan, pekerjaan, konektivitas, dan kehidupan ekonomi warga.