KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang secara Serentak
Posted: 14.10.2020 Categories: Berita

PT Kereta Api Indonesia (Persero) tak pernah lelah untuk terus mengingatkan para pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi pelintasan sebidang kereta api.

Sosialiasasi secara serentak pun dilakukan di 44 titik perlintasan sebidang KA di Jawa dan Sumatera menyusul seringnya terjadi kecelakaan di area tersebut dan telah memakan banyak korban serta kerugian lainnya. Dengan sosialisasi tersebut total di tahun 2020 ini KAI telah melaksanakan sosialisasi sebanyak 77 kali di seluruh wilayah operasi.


Sosialisasi keselamatan yang dilakukan dengan aksi teatrikal untuk menarik perhatian dari para pengguna jalan

KAI mencatat, sejak Januari 2020 hingga awal Oktober 2020, terdapat 198 kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api.

Sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang KA diselenggarakan KAI pada Rabu, (14/10) dengan menggandeng beberapa pihak seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, Jasa Raharja, Jiwasraya, serta komunitas pencinta kereta api.

“Sosialisasi keselamatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang. Sehingga harapannya angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat ditekan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membagikan pamflet yang berisi peraturan dan tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang, beserta peraturan-peraturan yang mengatur. Imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. Hal tersebut juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan.


Sosialisasi keselamatan yang dilakukan dengan bersinergi bersama TNI dan Polisi

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

Joni mengatakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan. Ia juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan agar dapat berdisiplin dan mengutamakan keselamatan.

“Dengan tertibnya masyarakat pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder, diharapkan keselamatan di perlintasan sebidang dapat terwujud. Sehingga perjalanan kereta api tidak terganggu dan pengguna jalan juga selamat sampai di tujuan,” tutup Joni. (Public Relations KAI)

 

 

 

 

 

 

Booking Button