KAI Ajak Siswa Siswi SD Peduli Ekosistem Laut
Posted: 06.09.2019 Categories: Berita

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melepaskan ratusan bayi penyu atau tukik di Pantai Warudoyong, Banyuwangi, Kamis (5/9). Pelepasan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut, khususnya populasi penyu yang saat ini terancam punah.

Dalam dua dekade terakhir ini, populasi penyu semakin memprihatinkan dan bahkan terancam punah. Selain karena faktor alam, kondisi ini juga diperparah akibat ketidaksadaran akan pentingnya menjaga kelestarian penyu serta kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan terutama plastik ke laut.


Siswi SD mengikuti pelepasan ratusan tukik

Hal ini disinyalir akan mengganggu bahkan merusak ekosistem laut. Berkaca pada hal tersebut, serta dalam rangka wujud nyata kepedulian KAI terhadap penyu dan ekosistem laut, KAI menggelar rangkaian kegiatan dengan tajuk “KAI Peduli Ekosistem Laut” pada 5-6 September 2019 di Banyuwangi.

Turut hadir pada kegiatan ini yakni, Asisten Deputi serta Kepala Bidang Monitoring dan Evaluasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN RI, VP CSR KAI beserta Tim Kantor Pusat serta tim CSR Daop 9 Jember.

"Sebagai trigger awal, kita lepaskan sekitar 160 ekor tukik. Untuk merangsang minat kepedulian masyarakat terhadap populasi penyu di Banyuwangi," kata Vice President CSR KAI, Agus Supriyono.

Kegiatan diawali dengan pelepasan 160 ekor tukik (anak penyu) oleh Tim CSR KAI yang diikuti oleh siswa-siswi dari SDN 1 Bulusan dan SDN 1 Ketapang yang dipandu oleh tim BSTF (Banyuwangi Turtle Sea Foundationt).

Usai pelepasan tukik, dilanjutkan dengan sosialisasi Selamatkan Penyu terhadap 100 siswa-siswi SDN 1 Bulusan dan SDN 1 Ketapang Banyuwangi. Kegiatan ini juga diselingi dengan sosialisasi keselamatan kereta api oleh Tim PAM Daop 9 Jember.


Kegiatan diselenggarakan oleh unit CSR KAI

“Sosialisasi ini dilakukan kepada para siswa SD untuk menanamkan kesadaran sejak dini di kalangan pelajar sekolah agar memahami pentingnya upaya penyelamatan penyu dan ekosistem laut,” jelas Agus.

Semoga dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian serta tanggung jawab pada alam agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

"Secara keseluruhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tehadap upaya penyelamatan penyu," katanya.

KAI sendiri bekerja sama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundations (BSTF), yakni organisasi non pemerintah yang memiliki misi untuk menyelamatkan dan melestarikan penyu di luar kawasan konservasi. Selain pelepasan penyu, mereka juga melakukan penanaman 300 pandan laut di Pantai Bilik. (Public Relations KAI)

 

Booking Button